Circle bergabung dengan Yayasan Agentic AI minggu lalu saat kelompok ini memperluas basis keanggotaannya. Pengumuman ini disampaikan saat Yayasan mengonfirmasi 18 Anggota Emas baru dan 79 Anggota Perak baru. Langkah ini mencerminkan meningkatnya koordinasi di antara perusahaan teknologi, keuangan, dan infrastruktur seiring sistem AI agentic beralih ke penggunaan produksi.
Yayasan Agentic AI, sebuah organisasi terbuka yang fokus pada standar AI berbasis agen, kini mencakup 146 organisasi anggota. Menurut Yayasan, anggota bekerja sama dalam protokol terbuka, alat bersama, dan praktik terbaik operasional.
Kelompok ini bertujuan mendukung sistem yang dapat beroperasi secara interoperabel karena agen AI semakin menangani pengambilan keputusan dan pelaksanaan secara waktu nyata. Circle bergabung sebagai Anggota Emas bersama perusahaan dari komputasi awan, pembayaran, infrastruktur, dan perangkat lunak perusahaan.
Yayasan menyatakan bahwa uang yang dapat diprogram dan berbasis internet tetap penting karena agen AI membutuhkan cara yang andal untuk memindahkan nilai secara global. Akibatnya, infrastruktur keuangan kini lebih menonjol dalam diskusi tentang AI agentic.
Seiring dengan perluasan keanggotaan, Yayasan mengangkat David Nalley sebagai ketua dewan pengurus. Nalley menjabat sebagai direktur pengalaman pengembang di Amazon Web Services. Menurut Yayasan, ia membawa pengalaman lebih dari dua dekade dalam kepemimpinan sumber terbuka.
Nalley akan mengawasi prioritas strategis, proses tata kelola, dan koordinasi anggota. Ia mengatakan bahwa anggota akan fokus membangun standar bersama saat agen beralih dari prototipe ke sistem operasional. Yayasan mencatat bahwa tata kelola yang netral tetap menjadi pusat perhatian saat adopsi meningkat di berbagai industri.
Yayasan mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa 89% organisasi yang menggunakan AI bergantung pada infrastruktur sumber terbuka. Pejabat menyatakan tren ini memperkuat kebutuhan akan standar yang disepakati dan pengembangan kolaboratif.
Keanggotaan kini mencakup pembayaran, layanan cloud, manufaktur, telekomunikasi, dan otomatisasi. Jim Zemlin, direktur eksekutif Linux Foundation, mengatakan bahwa tingkat partisipasi awal menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap sistem yang dapat beroperasi secara interoperabel.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur otonom memerlukan tata kelola komunitas saat penerapan skala besar dilakukan. Yayasan menyatakan bahwa anggota mendapatkan masukan langsung dalam membentuk kerangka kerja AI agentic yang siap digunakan di produksi.