
Perusahaan X milik Elon Musk mengumumkan versi uji coba sistem pembayaran X Money, yang menunjukkan bahwa pengguna dapat langsung mengirim dana, menerima pembayaran, mengelola saldo, dan mendapatkan keuntungan melalui aplikasi tersebut. Saat ini, X memiliki izin pengiriman uang di lebih dari 40 negara bagian di Amerika Serikat. Langkah ini langsung memicu diskusi luas di komunitas kripto mengenai kemungkinan integrasi XRP, namun hingga saat ini, pihak resmi X belum mengumumkan rencana integrasi cryptocurrency apa pun, dan diskusi terkait masih sebatas spekulasi pasar.
X Money merupakan bagian inti dari strategi “Super App” yang dikembangkan oleh X, bertujuan mengubah platform komunitas menjadi pusat layanan keuangan lengkap. Preview awal versi uji coba menunjukkan bahwa sistem ini mencakup fitur transfer dalam aplikasi, penerimaan pembayaran, pengelolaan saldo, dan mekanisme penghasilan.
Elon Musk membagikan sebuah artikel analisis tentang fitur masa depan X, yang memprediksi bahwa X akan mencakup layanan investasi, pinjaman, tabungan berpenghasilan tinggi, dan dukungan untuk cryptocurrency. Musk tidak memberikan tanggapan resmi terhadap prediksi tersebut, tetapi aksi membagikan artikel ini secara luas di komunitas kripto dipandang sebagai sinyal diam-diam yang memberi izin, terutama memicu spekulasi tentang kemungkinan integrasi XRP dan Dogecoin.
Diskusi mengenai integrasi XRP ke X Money saat ini didasarkan pada beberapa sudut pandang berikut:
Keunggulan Desain Pembayaran XRP: XRP Ledger dirancang untuk penyelesaian pembayaran lintas negara yang cepat, sehingga secara alami cocok dengan skenario transfer uang di X Money.
Perbaikan Lingkungan Regulasi: Dengan penyelesaian utama kasus hukum Ripple dan SEC yang diperkirakan berlangsung antara 2024 hingga 2025, ketidakpastian regulasi terhadap XRP berkurang secara signifikan, menjadikannya pilihan pembayaran yang lebih memungkinkan.
Contoh Aset Kripto Elon Musk: Musk pernah secara terbuka mendukung Dogecoin, dan beberapa analis berpendapat bahwa dia lebih terbuka terhadap integrasi aset kripto.
Namun, investor miliarder Chamath Palihapitiya memiliki pandangan berbeda, menyatakan bahwa stablecoin lebih praktis dalam skenario pembayaran global karena mekanisme pengaitannya dengan fiat memudahkan integrasi dengan infrastruktur keuangan yang ada dan menghadapi hambatan regulasi yang lebih rendah dibandingkan aset kripto yang volatil. Saat ini, pihak resmi X belum mengumumkan rencana integrasi cryptocurrency apa pun, sehingga spekulasi tentang integrasi XRP tetap sebatas asumsi pasar.
(Sumber: Trading View)
XRP saat ini sedang menguji area resistansi di sekitar USD 1,50. Level ini telah beberapa kali menghalangi upaya kenaikan dalam beberapa minggu terakhir dan sangat bertepatan dengan garis tren menurun yang memimpin tren penurunan secara keseluruhan, membentuk level keputusan paling penting pada grafik saat ini.
Jika XRP mampu menembus dan bertahan di atas USD 1,50, struktur teknis jangka pendek akan berubah, dengan target berikutnya di USD 1,61. Jika momentum bullish berlanjut, perhatian selanjutnya dapat diarahkan ke USD 1,90 dan USD 2,20. Jika di level USD 1,50 kembali mengalami hambatan, fokus pasar akan beralih ke support terkini di USD 1,30.
Apakah X Money saat ini sudah mengonfirmasi integrasi XRP?
Hingga saat ini, pihak resmi X belum mengumumkan rencana integrasi cryptocurrency apa pun. Diskusi tentang integrasi XRP sepenuhnya berasal dari spekulasi pasar, yang utama didasarkan pada aksi Musk membagikan artikel analisis tentang kemungkinan dukungan kripto di masa depan X, namun Musk sendiri tidak memberikan pernyataan resmi yang menegaskan atau menolak hal tersebut.
Mengapa keunggulan skala X membuat perhatian tinggi terhadap integrasi kripto?
X saat ini memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan dan memegang izin pengiriman uang di lebih dari 40 negara bagian di AS. Jika X Money akhirnya mengintegrasikan fitur pembayaran menggunakan kripto, jumlah pengguna potensialnya akan jauh melampaui platform pembayaran kripto manapun saat ini, itulah sebab utama mengapa pasar sangat memperhatikan hal ini.
Mengapa ada pandangan bahwa stablecoin lebih cocok untuk integrasi dibanding XRP?
Investor miliarder Chamath Palihapitiya menyatakan bahwa stablecoin lebih praktis dalam skenario pembayaran global karena mekanisme pengaitannya dengan fiat memudahkan akses ke infrastruktur keuangan yang ada dan menghadapi hambatan regulasi yang lebih rendah dibandingkan aset kripto yang volatil. Oleh karena itu, stablecoin dianggap lebih prioritas dalam rencana integrasi pembayaran dibandingkan XRP dan aset kripto non-stablecoin lainnya.