Gate News berita, 20 Maret, ketegangan antara AS dan Iran meningkat, dan dinamika pasar mulai beralih dari perdagangan jangka pendek berbasis geopolitik ke penetapan harga konflik jangka panjang. Perubahan ini mempengaruhi harga minyak, pengiriman, asuransi, biaya rantai pasokan, dan ekspektasi inflasi, serta disertai dengan perubahan kebijakan bank sentral. Investor memusatkan perhatian pada aset keras seperti Bitcoin, emas, tembaga, serta sektor sumber daya seperti energi, pertambangan, dan pengiriman. Bitcoin dianggap sebagai “aset pelarian” karena pembatasan arus modal, tetapi kenaikan harga terakhirnya didorong oleh likuiditas dan spekulasi. Selain itu, sektor AI, antariksa komersial, drone, dan logam strategis diperkirakan akan mendapatkan manfaat jangka panjang. Amerika Serikat menghadapi risiko kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi, berpotensi menyebabkan stagflasi dan mempengaruhi daya tarik aset dolar AS. Pasar menyarankan strategi perdagangan defensif, menjaga posisi inti, melakukan lindung nilai risiko dengan opsi put, dan mendiversifikasi alokasi mata uang.