Berita Gate News, 20 Maret — Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan peringatan keras pada hari Jumat bahwa konflik yang terus berlangsung di Iran dapat memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global, dan aliran normal minyak dan gas di kawasan Teluk mungkin membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk pulih. Direktur IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa pembuat kebijakan dan pasar telah meremehkan tingkat keparahan krisis ini, yang berpotensi meningkatkan harga energi dan memberi tekanan pada rantai pasokan global. IEA menegaskan bahwa mengandalkan langkah-langkah dari sisi pasokan saja tidak cukup untuk menstabilkan pasar, dan mengusulkan serangkaian tindakan dari sisi permintaan yang dapat segera dilakukan, termasuk: pengurangan kebutuhan minyak dan gas secara langsung, pengurangan konsumsi energi industri dan rumah tangga, serta seruan untuk tindakan kolektif guna mengurangi tekanan kepada konsumen dan memastikan keamanan energi.