Delaware telah memperkenalkan RUU baru yang bertujuan mengatur stablecoin secara lebih ketat. Proposal ini berfokus pada satu ide utama. Penerbit harus sepenuhnya mendukung setiap stablecoin. Singkatnya, mereka harus menyimpan jumlah yang sama dalam cadangan untuk setiap token yang mereka terbitkan.
Pembuat undang-undang ingin penerbit stablecoin beroperasi di bawah struktur perbankan negara bagian. Ini akan membawa mereka lebih dekat ke lembaga keuangan tradisional. Juga akan menempatkan mereka di bawah aturan dan pengawasan yang lebih jelas. Langkah ini datang saat regulator berusaha membangun kembali kepercayaan dalam kripto. Kegagalan sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana stablecoin dikelola. Sekarang, Delaware melangkah dengan pendekatan yang lebih terkendali.
RUU baru menetapkan persyaratan yang jelas untuk penerbit. Pertama, mewajibkan sistem cadangan satu-ke-satu yang ketat. Ini berarti perusahaan tidak dapat menerbitkan token tanpa memegang aset yang sesuai. Kedua, RUU ini mengharuskan audit bulanan. Penerbit harus secara rutin membuktikan keberadaan dan kecukupan cadangan mereka. Pemeriksaan independen akan membantu memastikan transparansi.
Langkah-langkah ini berusaha mencegah stablecoin kehilangan nilai. Beberapa proyek telah gagal di masa lalu karena kurangnya dukungan. Kali ini, ide utamanya adalah menghindari risiko sejak awal. Delaware bermaksud menjadikan lingkungan ini tempat yang lebih aman bagi penggunanya dengan menerapkan aturan-aturannya. Ini juga menyampaikan gagasan bahwa akuntabilitas dalam kripto adalah penting.
Usulan ini tidak dilakukan secara terpisah. Ini sejalan dengan upaya yang lebih luas di Amerika Serikat untuk mengatur aset digital. Diskusi federal, termasuk GENIUS Act, juga fokus pada persyaratan cadangan dan pengawasan.
Dengan ini, langkah Delaware sesuai dengan tren yang lebih besar. Regulator berusaha mendekatkan kripto ke standar keuangan tradisional. Mereka menginginkan aturan yang lebih jelas, pelaporan yang lebih baik, dan perlindungan yang lebih kuat. Meski begitu, Delaware bisa memposisikan dirinya sebagai pusat bisnis kripto yang patuh. Jika perusahaan mengikuti aturan ini, mereka mungkin akan lebih mudah beroperasi di dalam negara bagian. Dalam satu sisi, ini adalah pergeseran dari “bergerak cepat dan pecahkan segalanya” menjadi “bergerak hati-hati dan buktikan semuanya.”
Dampak dari RUU baru ini bisa signifikan. Bagi pengguna, ini dapat meningkatkan kepercayaan terhadap stablecoin. Mengetahui bahwa aset sepenuhnya didukung dapat mengurangi ketakutan saat pasar sedang stres. Tapi bagi perusahaan, aturan ini mungkin menaikkan standar. Penerbit yang lebih kecil bisa menghadapi tantangan memenuhi persyaratan yang ketat. Audit bulanan dan cadangan penuh membutuhkan disiplin keuangan yang kuat.
Namun, banyak yang melihat ini sebagai langkah yang diperlukan. Keruntuhan proyek seperti TerraUSD menunjukkan apa yang bisa salah tanpa dukungan yang tepat. Regulator kini ingin menghindari kesalahan yang sama terulang. Sementara itu, RUU baru ini bisa menarik lebih banyak pemain institusional. Perusahaan besar biasanya lebih suka aturan yang jelas sebelum masuk ke pasar. Pengawasan yang ketat dapat membuat stablecoin lebih menarik bagi mereka.
Proses legislatif untuk RUU baru ini masih harus diselesaikan. Tapi, RUU ini sudah mendapatkan dukungan dari kedua partai politik. Itu meningkatkan peluangnya untuk disahkan. Jika disetujui, Delaware bisa menjadi salah satu negara bagian pertama dengan undang-undang stablecoin yang ketat. Ini dapat mempengaruhi negara bagian lain untuk mengikuti jejak yang sama. Pesan yang jelas untuk saat ini adalah. Stablecoin tidak lagi diabaikan. Mereka membawa bukti dan regulator sedang mengawasi mereka dengan cermat.