Anthropic CEO Dario Amodei melontarkan bom mengejutkan di acara Council on Foreign Relations (Dewan Hubungan Luar Negeri) di Amerika Serikat pada bulan Maret tahun lalu: “Saya pikir dalam tiga sampai enam bulan, AI akan bertanggung jawab menulis 90% kode. Dan setelah dua belas bulan, kita mungkin memasuki dunia di mana AI menulis hampir semua kode.”
Kutipan ini menghebohkan komunitas teknologi. Setahun berlalu, seperti apa kenyataannya sekarang?
Batas waktu ramalan sudah lewat, tapi kenyataan ada kesenjangan
Enam bulan setelah itu, Amodei mengulang pernyataannya saat berdialog dengan CEO Salesforce Marc Benioff, “Di Anthropic dan di banyak perusahaan tempat kami bekerja sama, (90%) ini benar-benar sudah terjadi” — tetapi setelah diperiksa oleh peneliti independen, klaim tersebut dinilai tidak akurat. Jika hanya menghitung kode yang secara resmi diajukan, proporsi kode yang dihasilkan AI di dalam Anthropic bisa mendekati 50%; jika memasukkan kode yang bersifat skrip sekali pakai dan kategori kode yang lebih luas, angkanya baru lebih mendekati 90%.
CEO Google Sundar Pichai pernah mengungkapkan bahwa lebih dari 25% kode sumber di Google adalah hasil generasi AI; CEO Microsoft Satya Nadella juga menyebutkan sekitar 30% kode ditulis oleh AI. Angkanya memang terus bertumbuh, tetapi masih jauh dari “90%”.
Reaksi nyata para insinyur: “Tugas saya adalah menembus berantakan”
Menanggapi ramalan Amodei, seorang insinyur senior mesin game secara blak-blakan mengatakan bahwa kualitas kode yang dihasilkan AI saat ini memiliki masalah mendasar — “Kode yang dihasilkan AI adalah versi yang tidak akan pernah ditulis oleh perancang program yang benar-benar lebih baik,” karena AI cenderung menumpuk lapisan abstraksi yang berlebihan, bukan menemukan solusi yang lebih sederhana.
Ada pula insinyur lain yang menuangkan pandangan dingin dari sudut pandang realitas perusahaan: setiap perusahaan yang sudah ada lebih dari tiga tahun hampir pasti punya sistem warisan yang penuh pengetahuan kelompok (tribal knowledge), tanpa dokumentasi, dan penamaan yang kacau — “Library fungsi yang ditulis insinyur yang keluar sepuluh tahun lalu, AI sama sekali tidak bisa bereskan.”
Pandangan ini mendapat dukungan data. Survei pengembang Stack Overflow 2025 menunjukkan lebih dari enam dari sepuluh pengembang (61,7%) memiliki kekhawatiran etika dan keamanan siber terhadap kode yang dihasilkan AI, dan pengembang umumnya tidak mempercayai akurasi output-nya, serta sering perlu memperbaiki secara manual.
Hambatan struktural yang terabaikan: bank, kesehatan, pemerintah, pada dasarnya tidak bisa dipakai
Salah satu kelemahan lain yang patut diperhatikan dalam diskusi adalah pembatasan regulasi. 84% pengembang menyatakan menggunakan atau berencana menggunakan alat AI, tetapi ini adalah “peningkatan yang luas,” bukan otomatisasi penuh. Di industri yang sangat diatur seperti bank, dirgantara, kesehatan, dan keuangan, banyak yang masih secara tegas melarang atau sangat membatasi penggunaan model bahasa besar untuk menangani kode inti, karena menyangkut risiko kerahasiaan kompetitif dan kepatuhan.
Sistem administrasi Badan Jaminan Sosial Amerika (SSA) dilaporkan membutuhkan 3.600 program independen yang saling berkoordinasi, dengan banyak di antaranya ditulis menggunakan bahasa COBOL. Tantangan bagi AI untuk beralih dari infrastruktur warisan seperti ini sangatlah kompleks, jauh dari kemampuan mudah sebuah model bahasa besar untuk mengambil alih.
Kontradiksi logika bisnis di Silicon Valley
Seorang pengomentar menunjuk kontradiksi logika yang bersifat ironis: “Kalau kamu benar-benar bisa membuat AI menghasilkan semua kode, mengapa kamu perlu menjualnya ke orang lain? Kamu seharusnya langsung memakainya untuk mengembangkan semua produk sendiri, dan menguasai semua pasar.”
Dengan kata lain, model bisnis Anthropic sendiri bergantung pada insinyur agar terus membeli alatnya — sehingga, sampai batas tertentu, klaim bahwa “AI akan membuat insinyur menganggur” terlihat kontradiktif. Insinyur adalah pelanggan, memotong pelanggan bukanlah bisnis yang bagus.
Ramalan tidak sepenuhnya meleset, tetapi juga tidak terwujud
Berdasarkan bukti yang ada saat ini, ramalan Amodei telah memicu tren akselerasi adopsi alat pengkodean AI di industri. Namun, jadwal “tiga sampai enam bulan mencapai 90%” jelas terlalu optimistis. Peneliti independen memperkirakan, dengan definisi operasional yang masuk akal, target ini mungkin masih membutuhkan sembilan sampai lima belas bulan untuk tercapai di dalam Anthropic, apalagi untuk seluruh industri.
Adapun masalah yang lebih mendasar—apakah AI benar-benar “memahami” apa yang dilakukan kode, bukan hanya sekadar menghasilkan rangkaian kata yang tampak masuk akal—industri belum mencapai kesepakatan. Seperti yang dikatakan seorang insinyur: “Terobosan bisa terjadi minggu depan, atau baru datang sepuluh tahun lagi. Saya tidak berada di bidang itu, jadi saya tidak berani memprediksi.”
Artikel ini: CEO Anthropic memprediksi bahwa AI akan mengurus semua kode dalam satu tahun — insinyur industri: sama sekali tidak terjadi. Muncul pertama kali di Rantai Berita ABMedia.