Militer Iran menolak ultimatum 48 jam dari Trump, memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap infrastruktur AS dan Israel

GateNews

Berita Gate, 5 April—Komandan Markas Besar Korps Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Letnan Jenderal Abdullahi, pada tanggal 4 menanggapi ultimatum 48 jam yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Trump, dengan menegaskan bahwa militer Iran akan dengan teguh membela hak-hak nasional, melindungi aset negara, dan membuat para penyerang membayar. Menurut laporan Radio dan Televisi Republik Islam Iran, Abdullahi menyatakan bahwa setelah berulang kali mengalami kegagalan, Trump melakukan “tindakan tak berdaya, panik, tidak seimbang, dan bodoh,” dengan upaya untuk mengancam infrastruktur Iran dan aset-aset negara. Abdullahi menegaskan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan seperti itu, “kami akan tanpa batas melancarkan serangan yang berkelanjutan dan menghancurkan terhadap semua infrastruktur yang digunakan pasukan AS serta infrastruktur Israel.” Ia mengingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa sejak perang yang dipaksakan terhadap Iran ini dimulai, “semua yang kami katakan telah diwujudkan.”

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar