Menurut Sinch, sebuah survei yang dirilis pada 13 Mei terhadap 2.527 pengambil keputusan senior perusahaan di 10 negara menemukan bahwa 74% telah membatalkan atau menutup agen komunikasi pelanggan AI yang sedang berjalan. Studi ini, yang dilakukan antara Januari dan Februari 2026, mengungkap bahwa masalah tata kelola dan keandalan mendorong pembalikan tersebut.
Dari responden, 62% sudah memiliki agen AI dalam produksi, sementara 81% organisasi dengan kerangka tata kelola yang matang melaporkan adanya pembalikan. Perusahaan mencatat 98% perusahaan berencana meningkatkan belanja komunikasi berbasis AI pada 2026, dengan sekitar tiga perempat memprioritaskan kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan dibanding pengembangan AI.