Menurut Jin10, harga aluminium turun lebih dari 15% pada Juni 2026, mendekati penurunan bulanan terbesar sejak 2008, seiring pergeseran sentimen pasar menuju pemulihan pasokan Timur Tengah pasca kesepakatan gencatan senjata AS-Iran. Meredanya ketegangan geopolitik meningkatkan ekspektasi bahwa pengiriman kargo melalui Selat Hormuz akan kembali normal.
Aluminium juga menghadapi tekanan dari lonjakan tajam dolar AS sejak pertengahan Mei, yang meningkatkan biaya bagi sebagian besar pembeli. Selain itu, ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, dengan potensi kenaikan lebih lanjut untuk memerangi inflasi, telah membebani prospek permintaan.