Menurut Jin10, pasar saham Asia memimpin kinerja aset campuran di paruh pertama 2026. Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 100%, sementara indeks tertimbang Taiwan naik hampir 60% dan Nikkei 225 Jepang naik sekitar 40%, terutama didorong oleh kekuatan semikonduktor terkait AI dan pergerakan mata uang yang menguntungkan. Minyak mentah WTI naik lebih dari 20% dan tembaga melonjak 7%, didukung oleh permintaan infrastruktur AI.
Sementara itu, logam mulia ambruk di seluruh papan. Emas spot turun 7%, perak turun 18%, platinum turun lebih dari 24%, dan paladium turun hampir 25%. Pasar saham Indonesia juga anjlok 34% di tengah gejolak politik domestik, sementara yen melemah ke level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar AS.