Astoria Portfolio Advisors meluncurkan ETF ROE (Astoria US Equal Weight Quality Kings ETF) yang berfokus pada saham dengan Return on Equity tinggi di tengah meningkatnya permintaan investasi berkualitas akibat volatilitas ekstrem pada saham terkait AI. ETF ini memilih 100 saham AS berkapitalisasi besar dan menengah teratas berdasarkan metrik kualitas, termasuk ROE dan ROIC, dengan menggunakan alokasi bobot sama (equal weight) sebesar 1% untuk setiap saham. Saham berkualitas mengacu pada perusahaan dengan karakteristik khas dan kinerja unggul yang cocok untuk investasi jangka panjang, dengan ROE mengukur seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan dari ekuitas pemegang saham.
Ada empat ETF saham AS yang berfokus pada kualitas di pasar: Astoria US Equal Weight Quality Kings ETF (ROE), VanEck Morningstar Wide Moat ETF (MOAT), iShares MSCI USA Quality Factor ETF (QUAL), dan Pacer US Cash Cows 100 ETF (COWZ). Nama ticker ETF ROE secara langsung mencerminkan strategi investasinya, mirip dengan ETF DRAM yang menunjukkan fokus pada perusahaan semikonduktor berpendapatan DRAM. ROE adalah singkatan dari Return on Equity, yaitu rasio profitabilitas yang menunjukkan seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan dari ekuitas pemegang saham, dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas pemegang saham. ROE sebesar 20% berarti perusahaan menghasilkan 20.000 won laba dari 100.000 won modal yang diinvestasikan.
Warren Buffett, Ketua Berkshire Hathaway, menyatakan ia berinvestasi pada perusahaan yang mempertahankan ROE minimum 15% atau lebih tinggi. Metrik ini menjadi indikator fundamental dalam dunia investasi jangka panjang. ETF ROE menghilangkan kebutuhan untuk memilih saham individual secara manual dengan menyaring otomatis perusahaan ber-ROE tinggi. Strateginya mirip dengan menyusun siswa teladan yang konsisten mengerjakan tugas rumah dengan benar.
Astoria Portfolio Advisors beroperasi sebagai perusahaan boutique independen kecil yang berkantor pusat di Manhattan, New York, dengan mengelola aset sekitar 3 triliun won Korea. Pendiri sekaligus Chief Investment Officer (CIO) John Davi memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam manajemen lintas aset (saham, obligasi, investasi alternatif) dari Macquarie, Credit Suisse, dan Barclays. Tim manajemen mempertahankan rata-rata pengalaman yang serupa, yakni lebih dari 25 tahun.
ETF ROE mengambil dari seluruh semesta saham AS berkapitalisasi besar dan menengah, lalu memilih 100 perusahaan teratas berdasarkan indikator kualitas termasuk ROE (Return on Equity) dan ROIC (Return on Invested Capital). Strategi ini mempertimbangkan pembobotan sektor yang serupa dengan alokasi grup Piala Dunia berdasarkan benua: mula-mula menyesuaikan proporsi sektor S&P 500, kemudian memilih saham dengan kualitas tertinggi di setiap sektor. Seratus saham terpilih menerima alokasi bobot sama sebesar 1% masing-masing pada saat rebalancing, sehingga mengurangi risiko konsentrasi pada satu saham. Rebalancing berjalan pada jadwal yang fleksibel, bukan tanggal tetap, sementara manajer portofolio memantau pemeliharaan kualitas secara berkelanjutan. Peninjauan laba kuartalan dan penilaian valuasi perusahaan sekuritas (kewajaran harga relatif terhadap laba) menjadi praktik dasar. Analisis variabel makro memicu rebalancing segera ketika terjadi perubahan signifikan pada tren ekonomi, sehingga ETF ini sangat aktif dan sangat bergantung pada kapabilitas manajer.
Apa metrik ROE yang digunakan dalam ETF ROE Astoria?
ROE (Return on Equity) mengukur seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan dari ekuitas pemegang saham, dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas pemegang saham. ROE sebesar 20% menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan 20.000 won laba dari 100.000 won modal yang diinvestasikan.
Apa kriteria investasi ROE Warren Buffett?
Warren Buffett, Ketua Berkshire Hathaway, menyatakan ia berinvestasi pada perusahaan yang mempertahankan ROE minimum 15% atau lebih tinggi dari waktu ke waktu, sehingga metrik ini menjadi indikator fundamental dalam strategi investasi jangka panjang.
Bagaimana ETF ROE mengalokasikan investasi di antara saham?
ETF ROE memilih 100 saham AS berkapitalisasi besar dan menengah teratas berdasarkan metrik kualitas termasuk ROE dan ROIC, lalu mengalokasikan bobot sama sebesar 1% untuk setiap saham pada saat rebalancing untuk mengurangi risiko konsentrasi pada satu saham.
Berita Terkait
DS Asset Management Meluncurkan ETF Aktif KOSDAQ di Tengah Pertumbuhan Pasar
ETF Terkonsentrasi yang Menargetkan Saham Semikonduktor Teratas Mencatat Arus Masuk Rekor di Pasar Korea Selatan
Mirae Asset TIGER US Dividend ETF menembus aset bersih 4 triliun won
Rekening Pensiun Korea Beralih ke Alokasi ETF 50% Saat Dana Obligasi Menghilang