Menurut Dana Anak-anak PBB, pada 30 Juni, setidaknya 20 juta anak telah menggunakan kecerdasan buatan, mengadopsinya tiga kali lebih cepat dibandingkan orang dewasa, menurut CCTV International News. Pernyataan tersebut dirilis setelah analisis data dari 10 negara.
Sepertiga anak-anak yang disurvei menyatakan kekhawatiran tentang AI yang digunakan untuk penipuan atau penyebaran informasi palsu, sementara seperempat khawatir gambar atau video mereka dimanipulasi menjadi konten yang tidak pantas. UNICEF mencatat bahwa anak-anak kurang memiliki kemampuan yang memadai untuk menghindari atau mempertanyakan sistem AI, sementara kerangka tata kelola yang melindungi anak-anak belum sejalan dengan adopsi AI yang pesat.