BIS memperingatkan ledakan belanja AI dapat memicu resesi investasi yang berkelanjutan, dengan perusahaan hyperscaler menargetkan $1T hingga 2026.

Menurut laporan ekonomi tahunan Bank for International Settlements yang dirilis Minggu (28 Juni), BIS memperingatkan bahwa ledakan belanja kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi besar dapat menyebabkan resesi investasi yang berkepanjangan, yang berpotensi memengaruhi pasar keuangan dan ekonomi global. Lima hyperscaler terbesar diperkirakan akan berinvestasi lebih dari 1 triliun dolar AS secara gabungan hingga akhir 2026, tetapi jika keuntungan mengecewakan, investor mungkin akan memperketat pendanaan dengan cepat, mengubah pertumbuhan belanja modal menjadi kontraksi investasi yang berkepanjangan. Peringatan ini muncul saat sinyal euforia pasar meningkat: SpaceX meluncurkan penawaran obligasi senilai 25 miliar dolar AS tak lama setelah IPO rekor senilai 86 miliar dolar AS, sementara chief investment officer Allianz minggu ini menyatakan pasar memasuki "wilayah gelembung." Perusahaan teknologi juga memanfaatkan spread kredit yang mendekati rekor terendah untuk menerbitkan utang besar-besaran bagi proyek AI, dengan pendanaan ratusan miliar dolar AS mengalir ke sektor ini.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar