Menurut Fortune, beberapa analis pada 12 Juli mengutip siklus empat tahunan, tekanan inflasi, dan likuidasi akibat leverage sebagai faktor yang membuat Bitcoin tetap berada di wilayah pasar beruang. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, mencatat siklus empat tahunan terus memengaruhi sentimen investor, sementara Direktur Riset Grayscale, Zach Pandl, mengaitkan penurunan tersebut dengan faktor makro, termasuk inflasi AS yang mencapai 4,1% pada Juni, melampaui target 2% Bank Sentral AS. Deleveraging pasar juga membebani Bitcoin, dengan analis menyoroti bahwa leverage yang terakumulasi selama pasar bullish justru ditekan keluar saat kondisi melemah.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, sebagian analis tetap optimistis. Strategi Investment Chief 21Shares, Adrian Fritz, memperkirakan Bitcoin akan mencapai titik terendah pada musim panas dan reli hingga $100.000 pada akhir tahun, dengan alasan adanya ekspektasi pemotongan suku bunga di masa depan serta perkembangan geopolitik.