Menurut analis CryptoQuant Woominkyu, hashrate Bitcoin telah menurun secara bertahap selama enam bulan terakhir sejak Desember 2025, dengan penurunan 6,6% pada moving average 7 hari dan penurunan 3% pada moving average 30 hari. Penurunan ini tetap jauh lebih dangkal dibanding peristiwa capitulation sebelumnya selama larangan penambangan China pada 2021 serta pasar bearish pada 2018 dan 2022.
Secara bersamaan, indeks bull-bear Bitcoin menunjukkan sentimen telah anjlok ke level ketakutan ekstrem, meski arus keluar modal masih moderat dan belum mencapai ekstrem -40% yang tercatat selama aksi jual hebat pada Februari. Analisis tersebut menyiratkan bahwa meski sentimen pasar memburuk tajam dibanding arus modal, kondisi untuk terjadinya capitulation sejati belum juga muncul.