Berdasarkan data CoinGecko pada 19 Juli, Bitcoin kembali ke $64.726, naik 1,2% dalam 24 jam, setelah sempat jatuh ke $61.000 lebih awal pekan ini di tengah eskalasi AS-Iran. Indeks Harga Konsumen (CPI) Juni turun 0,4% month-over-month—penurunan terbesar dalam lebih dari 6 tahun—dan inflasi tahunan tercatat 3,5% di bawah ekspektasi. Namun, minyak mentah Brent melonjak hingga lebih dari $80 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, mengimbangi kejutan CPI yang bernada hawkish.
Sementara itu, U.S. Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) menjalankan transaksi pertama surat berharga tokenized secara live pada 15 Juli, melibatkan lebih dari 30 institusi termasuk JPMorgan, BlackRock, Goldman Sachs, dan Vanguard. Versi digital-twin dari saham (QQQ, SPY, saham Microsoft) serta surat utang Treasury jangka pendek diuji untuk mobilitas jaminan dan efisiensi penyelesaian. Pekan ini, pasar mata uang kripto menghadapi dua variabel utama: pemungutan suara tertunda Senat terkait Clarity Act—negosiasi sempat mandek pada 17 Juli karena ketentuan etika—dan keputusan kebijakan Federal Reserve pada 28–29 Juli.