Bitmine Immersion Technologies memperluas kepemilikan Ethereum setelah menyelesaikan pembelian terbesarnya pada 2026, mengakumulasi 111.942 ETH selama sepekan terakhir saat aset sempat turun di bawah level $2.200. Akuisisi ini meningkatkan total cadangan perusahaan menjadi sekitar 5,4 juta ETH. Ketua Tom Lee menegaskan kembali pandangan bullishnya terkait potensi crypto supercycle, dengan menyebut tokenisasi institusional dan adopsi kecerdasan buatan sebagai pendorong utama permintaan blockchain di masa depan.
Ekspansi Kepemilikan Ethereum
Bitmine membeli 111.942 ETH setelah ETH diperdagangkan antara sekitar $2.025 dan $2.147 selama tujuh hari terakhir. Lee menggambarkan pelemahan harga sebagai peluang pembelian yang menarik, memandang penurunan di bawah $2.200 sebagai sinyal untuk melanjutkan akumulasi agresif.
Tesis Supercycle
Lee berpendapat bahwa “supercycle” di masa depan bisa didorong oleh meningkatnya adopsi institusional yang terkait dengan inisiatif tokenisasi Wall Street serta meningkatnya agen berbasis kecerdasan buatan. Menurut Lee, dua tren ini diperkirakan berperan besar dalam mendorong permintaan terhadap infrastruktur blockchain dan aset digital selama beberapa tahun mendatang.
Strategi Akumulasi Jangka Panjang
Bitmine telah mengadopsi strategi yang mirip dengan model akumulasi Bitcoin yang dipopulerkan oleh Michael Saylor dan MicroStrategy, dengan terus membeli aset kripto bahkan selama periode pelemahan pasar. Tujuan jangka panjang perusahaan adalah pada akhirnya mengendalikan 5% dari total suplai beredar Ethereum, yang saat ini berada di sekitar 120,7 juta token. Untuk mencapai target tersebut, Bitmine masih perlu mengakumulasi lebih dari 644.000 ETH.
Integrasi Staking
Bitmine mulai lebih menekankan staking sebagai bagian dari strategi treasurynya. Perusahaan melakukan staking senilai lebih dari $4,7 juta dalam bentuk ETH dan memperkirakan langkah ini akan menghasilkan pendapatan staking tahunan yang diproyeksikan sekitar $276 juta.