3 Juni 2026 pukul 06:45 hingga 07:00 (UTC), BTC turun 0,50% dalam 15 menit, dengan harga jatuh ke kisaran 66.951,1-67.339,2 USDT, amplitudo 0,58%. Pasar menunjukkan arus jual yang terus berlanjut; harga sudah turun ke level terendah sejak Februari 2026, dengan volatilitas yang meningkat tajam.
Penggerak utama pergerakan kali ini adalah umpan balik negatif yang terus terbentuk dari arus dana keluar berkelanjutan pada ETF Bitcoin spot AS. Data menunjukkan ETF mengalami arus keluar kumulatif selama tiga minggu berturut-turut senilai lebih dari 4,21 miliar dolar AS; pada pekan pertama Juni, arus keluar bersih per minggu mencapai 1,42 miliar dolar AS, yang menjadi performa terburuk ketiga dalam sejarah. Market maker perlu membuang BTC di pasar spot untuk melakukan lindung nilai saat ETF mengalami net redeem bersih, sehingga permintaan beli di pasar spot merosot tajam.
Kedua, kabar penjualan oleh Strategy terus bergulir. Sebagai pemegang BTC perusahaan terbesar secara global, Strategy menjual 32 BTC pada 2 Juni, merusak citra perusahaannya yang sebelumnya “tidak pernah menjual”. Pasar mulai melakukan penilaian ulang nilai opsi atas kepemilikan BTC perusahaan, memicu sebagian trader jangka pendek melakukan penjualan defensif. Selain itu, pemegang jangka panjang mendorong pasokan ke bursa setelah harga memantul kembali ke area 80.000 dolar AS, sementara tekanan jual di rantai terus menumpuk. Di sisi lain, pasar saham AS terus mencetak rekor tertinggi, dan menjelang IPO besar SpaceX memicu perpindahan modal, sementara ketegangan geopolitik yang makin meningkat ikut menurunkan selera risiko aset. Dari sisi teknikal, setelah level support kunci 70.000 dolar AS jebol, indikator momentum beralih negatif ke -59, berpotensi memicu pengurangan otomatis pada strategi mengikuti tren.
Kedalaman BTC saat ini menurun dibanding rata-rata 7 hari, sehingga tekanan jual dapat memperbesar fluktuasi harga. Jika arus keluar ETF terus berlanjut, bisa terbentuk siklus umpan balik negatif “jual-beli lebih banyak—penurunan harga—lebih banyak penebusan”. Investor perlu memantau area support di bawah 70.000 dolar AS, arah arus dana ETF, serta perkembangan peristiwa makro, karena risiko volatilitas jangka pendek tergolong tinggi.