2 Juni 2026 01:45 hingga 02:00 (UTC), BTC mengalami penurunan tajam 0,43% dalam 15 menit, dengan rentang harga 70.610,7 hingga 70.960,3 USDT, amplitudo 0,49%. Koreksi jangka pendek terlihat jelas, sementara volatilitas pasar meningkat.
Pendorong utama dari peristiwa kali ini adalah efek tumpang tindih dari tiga lapis tekanan jual yang bersifat struktural. Pemegang jangka panjang dalam 30 hari terakhir rata-rata harian melempar sekitar 12.000 BTC ke pasar, dengan total bulanan mencapai 370.000 keping; di sisi lain, miner terus memindahkan token ke bursa, menambah tekanan pasokan; yang lebih penting, arus keluar bersih ETF pada Mei mencapai 2,3 miliar dolar AS, mencatat rekor pada 2026, sekaligus membalikkan tren arus masuk bersih selama dua bulan sebelumnya yang beruntun. Investor institusional sedang mempercepat penurunan eksposur risiko.
Selain itu, perilaku paus turut beralih dan semakin memperbesar sinyal jual. Jumlah entitas paus yang memegang lebih dari 1.000 BTC turun minimal 6 pada periode 22 hingga 28 Mei, setara dengan sekitar 6.000 BTC yang terkonsentrasi dilepas ke pasar, dengan skala sekitar 440 juta dolar AS. Pada periode yang sama, posisi bersih pemegang jangka panjang turun 7,69%, menandakan pemegang dengan posisi terkuat sedang keluar. Dari sisi teknikal, kondisi ikut memburuk: harga menembus ke bawah garis rata-rata EMA periode 20 dan periode 50; EMA periode 100 bergerak cepat mendekati EMA periode 200, sehingga risiko death cross memicu penjualan bersifat programmed. Kekeringan likuiditas turut memperbesar amplitudo pergerakan—kedalaman order book turun 65% dibanding puncak September, dan likuiditas yang tipis pada akhir pekan membuat setiap tekanan jual diperbesar secara tajam.
Saat ini, risiko pasar tergolong tinggi; perlu memantau terutama apakah level dukungan 70.342 dolar AS mampu bertahan atau tidak, serta apakah level 73.869 dolar AS berhasil dipulihkan. Jika gagal merebut kembali garis kunci, maka teknikal berpotensi terus melemah. Investor perlu waspada risiko koreksi lanjutan di jangka pendek, serta memantau secara ketat arus dana di rantai (on-chain) dan sinyal kebijakan makro.