6 Juni 2026 pukul 04.00 hingga 04.15 UTC, BTC mengalami penurunan tajam sebesar 0,90% dalam 15 menit, dengan kisaran harga 60.088,8–60.862,7 USDT dan amplitudo 1,28%. Bitcoin sudah menembus turun berulang kali di bawah level psikologis penting 63.000 dolar AS dan 60.000 dolar AS, dengan penurunan mingguan lebih dari 14%, sehingga pasar berada pada fase penyesuaian yang berkelanjutan.
Pendorong utama dari pergerakan kali ini adalah arus keluar bersih beruntun dari ETF Bitcoin spot AS selama 13 hari perdagangan, dengan total nilai mencapai 4,33 miliar dolar AS, serta 59.351 BTC keluar dari pasar. ETF sebagai kanal utama bagi institusi tradisional untuk mengalokasikan Bitcoin. Terus-menerusnya arus dana keluar yang berkelanjutan berarti kekuatan beli marginal di pasar spot terus melemah. Selain itu, perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, menjual 32 BTC pada periode 26 hingga 31 Mei guna menggalang sekitar 2,5 juta dolar AS, sekaligus mengakhiri pendiriannya yang selama ini konsisten dengan sikap “never sell”, yang mengirimkan sinyal kehati-hatian institusi terhadap prospek jangka pendek ke pasar.
Sementara itu, risiko geopolitik terus mengganggu sentimen pasar. Pada akhir Mei 2026, eskalasi konflik AS-Iran mendorong harga minyak naik, melemahkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, dan semakin menekan preferensi terhadap aset berisiko. Proses deleveraging di pasar derivatif masih berlanjut; pada akhir Mei, jumlah orang yang dilikuidasi per hari lebih dari 160 ribu dengan nilai lebih dari 900 juta dolar AS, sehingga aksi likuidasi posisi long membentuk putaran umpan balik negatif. Berbagai faktor saling beresonansi dalam jendela waktu jangka pendek, sehingga memperbesar besarnya volatilitas harga.
Saat ini, pasar berada di rentang sentimen ketakutan yang ekstrem; support kunci 60.000 dolar AS sudah ditembus, sehingga perlu mewaspadai risiko penurunan lebih lanjut. Ke depan, yang perlu diawasi terutama adalah apakah arus dana ETF mulai stabil, perubahan kepemilikan paus besar di on-chain, serta sinyal kebijakan makro.