2026年7月24日13:45 hingga 14:00 (UTC), BTC turun dengan cepat sebesar 0,41% dalam 15 menit, dengan harga bergerak pada kisaran 63.916,2–64.434,7 USDT, amplitudo 0,80%. Risiko geopolitik melonjak tajam, sentimen risk-off terlihat jelas meningkat, dan harga berada di area terendah harian.
Pendorong utama dari gejolak ini adalah eskalasi berkelanjutan konflik militer AS–Iran. Angkatan Bersenjata AS melakukan serangan udara berturut-turut pada malam ke-13 terhadap pusat komando militer Iran, fasilitas penyimpanan drone, serta jaringan komunikasi. Pada saat yang sama, Iran mengancam akan memblokir Selat Hormuz, sehingga risiko geopolitik melonjak. Dana safe-haven mengalir cepat ke dolar AS dan surat utang AS, sementara aset berisiko secara umum mendapat tekanan.
Di sisi lain, harga minyak mentah menembus 100 dolar AS per barel, yang semakin memperbesar kekhawatiran pasar. Serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah ditambah dengan risiko potensi pemblokiran Selat Hormuz mendorong Brent menembus level psikologis kunci, yang semakin memperkuat ekspektasi inflasi. Ekonom Natixis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sepanjang 2026; penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil surat utang AS memberikan tekanan ganda terhadap BTC. Selain itu, Indeks Dow Jones mengalami aksi jual, laporan keuangan Tesla tidak memenuhi ekspektasi, sehingga selera risiko secara keseluruhan melemah dan secara tidak langsung membebani sentimen pasar kripto. Banyak faktor yang saling bersamaan memperbesar volatilitas.
Dari sisi teknikal, indikator pada time frame 15 menit menunjukkan moving average beralih menjadi bearish dan ADX mencapai 30,15, yang menandakan tren penurunan jangka pendek memiliki momentum tertentu. Saat ini, yang perlu diperhatikan adalah level support pada angka bulat 64.000 dolar AS; jika tembus, berpotensi membuka ruang penurunan lebih lanjut. Investor perlu terus memantau pergerakan harga Brent, indeks dolar AS, serta perubahan imbal hasil surat utang AS, dan mewaspadai risiko lonjakan volatilitas harga dalam kondisi likuiditas yang rendah.