Cardano Mendapat Pengakuan dari Google Sebagai Blockchain Paling Siap Menghadapi Kuantum Ke-2 di Seluruh Dunia

ADA6,14%
READY3,41%
  • Makalah Google Quantum AI menempatkan Cardano di urutan kedua dalam kesiapan terhadap kuantum, di belakang Algorand.
  • Google Cloud bergabung dengan Midnight sebagai validator awal dan menguji staking di jaringan pratinjau Cardano.
  • Makalah 30 Maret menyerukan agar blockchain beralih ke kriptografi pasca-kuantum tanpa penundaan.

Cardano menerima dukungan yang terkait dengan Google dalam perlombaan untuk mempersiapkan blockchain menghadapi risiko kuantum.

Sebuah makalah tertanggal 30 Maret 2026 dari Google Quantum AI dan para penulis bersama menempatkan Cardano di urutan kedua dalam kesiapan terhadap kuantum, di belakang Algorand.

Makalah Google Menilai Cardano Hampir di Puncak

Makalah tersebut berjudul “Securing Elliptic Curve Cryptocurrencies against Quantum Vulnerabilities.” Makalah ini mengkaji bagaimana komputer kuantum di masa depan dapat melemahkan sistem kripto saat ini.

Para penulis mengatakan bahwa komputer kuantum yang relevan secara kriptografis akan menandai perubahan besar bagi keamanan digital.

Dalam tinjauan tersebut, Cardano dinilai sebagai blockchain dengan kesiapan kuantum terbanyak kedua di seluruh dunia. Algorand ditempatkan di urutan pertama, berdasarkan ringkasan yang disertakan bersama makalah tersebut.

🔐 GOOGLE VALIDATES CARDANO AS SECOND-MOST QUANTUM-READY BLOCKCHAIN

Raksasa teknologi Google menilai $ADA sebagai blockchain siap-kuantum #2, menyoroti pertahanannya yang canggih terhadap ancaman kuantum di masa depan. Ini menempatkan Cardano sebagai kandidat teratas untuk kepercayaan institusional dalam sebuah… https://t.co/JoKx1GUHnQ pic.twitter.com/FOBkPvdBLN

— CryptosRus (@CryptosR_Us) April 1, 2026

Peringkat itu mendapat perhatian karena peneliti Google bekerja sama dengan kontributor dari Ethereum Foundation dan Stanford.

Peringkat Cardano juga mencerminkan pekerjaan pada alat pasca-kuantum. Jaringan sedang mengembangkan Nightstream, pengganti berbasis lattice yang direncanakan untuk sistem zero-knowledge saat ini. Proyek ini dikaitkan dengan masukan riset dari Google dan Microsoft Research.

Google Cloud Menguatkan Rencana Midnight

Google Cloud juga bergabung dengan Midnight sebagai salah satu validator peluncuran awal jaringan. Midnight adalah sidechain Cardano yang berfokus pada privasi untuk data yang dilindungi dan kasus penggunaan yang teregulasi.

Langkah ini menghubungkan infrastruktur Google dengan jaringan yang mempersiapkan debut mainnet-nya pada awal April 2026.

Pada awal 2026, Google Cloud mendaftarkan stake pool GCW3 di jaringan uji pratinjau Cardano. Langkah itu memberi insinyur Google paparan langsung pada model staking dan delegasi Cardano. Langkah itu juga menunjukkan partisipasi tingkat protokol, bukan hanya peran layanan cloud.

Kemitraan ini juga menggunakan alat Google Confidential Computing dan pemantauan Mandiant. Pengembang di Midnight mungkin juga dapat mengakses hingga $200,000 dalam kredit startup Web3. Dukungan ini ditujukan untuk tim yang membangun alat privasi dan kepatuhan di Midnight.

Risiko Kuantum Tetap Jadi Isu Lebih Luas bagi Blockchain

Makalah tersebut memperingatkan bahwa kemajuan kuantum dapat memberi tekanan pada banyak blockchain, bukan hanya Bitcoin. Ringkasan makalah itu menyebut 30 hingga 35 persen pasokan Bitcoin terikat pada kunci yang lebih lama.

Koin-koin tersebut dipandang secara teoretis rentan jika sistem kuantum semakin matang. Ethereum, Solana, dan rantai lainnya juga mungkin memerlukan peningkatan yang lebih cepat.

Para penulis menulis bahwa algoritma Shor dapat memecahkan secp256k1 dengan lebih sedikit sumber daya dibandingkan yang diperkirakan banyak pihak. Para penulis memperkirakan serangan dapat berjalan dengan sekitar 1,200 logical qubits dan 90 juta gerbang Toffoli.

Mereka menggunakan sebuah proof tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof) untuk memvalidasi hasil tanpa mengungkap detail serangan.

Makalah ini menyatakan bahwa komunitas yang rentan harus bermigrasi ke kriptografi pasca-kuantum “tanpa penundaan.” Makalah ini juga menunjuk kontrak pintar, sistem proof-of-stake, dan aset yang dormant sebagai area yang perlu ditinjau.

Para penulis juga mengatakan langkah teknis mungkin memerlukan dukungan kebijakan publik selama proses migrasi apa pun.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar