Chai Discovery mengumumkan perjanjian lisensi dengan Pfizer pada 05 Juni 2026, untuk mengintegrasikan platform AI-nya ke dalam alur kerja penemuan obat Pfizer. Kemitraan ini memungkinkan Pfizer menerapkan model AI untuk desain molekuler, pengembangan antibodi, dan riset biologis. Perjanjian tersebut mencerminkan tren adopsi AI yang lebih luas di industri farmasi, karena sistem komputasi bergerak dari riset eksperimental menuju pipa pengembangan obat yang sudah mapan.
Chai Discovery mengembangkan model kecerdasan buatan untuk penemuan molekuler, dengan fokus mengurangi ketergantungan pada metode coba-coba tradisional dalam pengembangan obat. Model perusahaan menganalisis struktur dan fungsi biologis, menghasilkan kandidat molekuler baru, serta mendukung riset farmasi pada target yang sering sulit ditangani dengan pendekatan konvensional.
Pfizer Mendapat Akses Awal ke Platform AI yang Disesuaikan
Berdasarkan perjanjian ini, Pfizer akan mengintegrasikan platform AI Chai ke dalam alur kerja penemuan obatnya, memperoleh akses awal ke model Chai-3 serta versi yang disesuaikan dan dilatih menggunakan data milik Pfizer sendiri serta disesuaikan dengan proses internalnya. Chai Discovery mengembangkan sistem generative AI yang mampu memprediksi dan merekayasa interaksi molekuler, sehingga memungkinkan perancangan biomolekul dengan sifat fungsional tertentu.
Kombinasi platform AI Chai dengan keahlian ilmiah Pfizer dan kumpulan data milik perusahaan diharapkan dapat memperluas kapabilitas riset biologis serta mendukung upaya mengejar target terapeutik yang sebelumnya sulit. Penemuan obat secara historis melibatkan siklus eksperimen panjang dengan hasil yang tidak pasti, namun penggunaan model AI canggih ditujukan untuk mempercepat riset tahap awal dengan menghasilkan struktur molekuler novel dan memangkas timeline pengembangan dari hitungan bulan atau tahun menjadi siklus iteratif yang lebih singkat.
Model Chai-3 Meningkatkan Kinerja Desain Antibodi dan Kecepatan Penemuan
Pfizer akan menjadi salah satu mitra farmasi pertama yang mengakses Chai-3, model yang sebelumnya belum dirilis. Sistem ini dilaporkan menawarkan peningkatan signifikan pada desain antibodi berbasis AI, termasuk tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan versi sebelumnya dan kemampuan untuk menghasilkan antibodi yang memenuhi kebutuhan terapeutik. Sistem ini juga meningkatkan performa di area seperti molekul multi-spesifik, protein yang sulit ditarget, dan generalisasi lintas tugas biologis.
Chai-3 dibangun di atas model Chai-2 milik perusahaan yang lebih awal, yang diperkenalkan pada 2025 sebagai sistem desain antibodi zero-shot yang mampu menghasilkan kandidat seperti obat dengan tingkat keberhasilan eksperimen yang jauh lebih baik dibandingkan metode komputasi sebelumnya, sekaligus memangkas timeline penemuan dari bulan menjadi minggu.
FAQ
Apa yang diumumkan Chai Discovery pada 05 Juni 2026?
Chai Discovery mengumumkan perjanjian lisensi dengan Pfizer untuk mengintegrasikan platform AI-nya ke dalam alur kerja penemuan obat Pfizer, serta memberikan akses awal ke model Chai-3 dan versi yang disesuaikan yang dilatih menggunakan data milik Pfizer.
Kapabilitas apa yang ditawarkan model Chai-3?
Chai-3 menawarkan peningkatan signifikan pada desain antibodi berbasis AI, termasuk tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan versi sebelumnya, kemampuan untuk menghasilkan antibodi yang memenuhi kebutuhan terapeutik, serta kemajuan pada molekul multi-spesifik dan protein yang sulit ditarget.