Menurut Kementerian Perdagangan, penjualan ritel gabungan barang dan jasa tumbuh 3,2% secara year-over-year pada Januari-April 2026. Penjualan ritel sosial untuk barang konsumsi meningkat 1,9%, sementara penjualan ritel jasa naik 5,6%. Pertumbuhan ini mencerminkan kebijakan stimulus konsumsi yang berkelanjutan, termasuk program trade-in dan insentif pajak.
Produk hijau dan cerdas menunjukkan permintaan yang kuat, dengan penetrasi pasar kendaraan energi baru mencapai 61,4% untuk pertama kalinya, melampaui 60%. Konsumsi layanan terus berkembang, mencerminkan pergeseran Tiongkok ke arah belanja yang berorientasi kualitas dan pembangunan karena PDB per kapita menembus $13.000. Pertumbuhan konsumsi pedesaan melampaui area perkotaan sebesar 1 poin persentase, sementara konsumsi dari luar negeri meningkat secara signifikan dengan ekspor layanan pariwisata tumbuh 32,3% pada kuartal pertama.