Menurut Park Sang-hyuk, editor Digital Asset, pada 22 Juli, Partai Republik dan Demokrat masih buntu terkait klausul etika dalam UU CLARITY, yang mengatur konflik kepentingan yang melibatkan kepemilikan aset digital oleh pejabat publik.
Sementara Partai Republik telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump terkait klausul etika, dukungan dari pihak Demokrat masih sulit didapat. Demokrat berpendapat bahwa jaksa agung negara bagian harus mengawasi penegakan, sedangkan Partai Republik bersikeras pada yurisdiksi federal. Demokrat memiliki suara penentu—setidaknya 10 suara diperlukan agar rancangan tersebut dapat lolos Senat sebelum reses kongres pada Agustus.