Peluang Lolosnya CLARITY Act Turun ke 50% di Tengah Tundaan Senat

EthanBrooks
KALSHI9,31%
USDC0,04%

Platform pasar prediksi Kalshi menunjukkan probabilitas pengesahan Undang-Undang CLARITY sebelum 2027 turun dari hampir 75% menjadi 50% dalam rentang satu minggu, mencerminkan turunnya peluang yang tajam untuk RUU struktur pasar kripto. Penurunan dalam beberapa hari terakhir menandakan meningkatnya ketidakpastian mengenai jalur RUU tersebut melalui Kongres, bahkan setelah Komite Perbankan Senat memberikan suara 15-9 untuk meloloskan RUU tersebut lebih awal bulan ini. Para trader menyebut kalender Senat yang padat, sengketa yang belum terselesaikan terkait stablecoin berbunga, serta penolakan yang berlanjut dari kepentingan perbankan sebagai hambatan utama bagi kemajuan RUU tersebut.

Undang-Undang CLARITY berupaya membentuk kerangka federal untuk mengatur aset digital dan memperjelas peran masing-masing Komisi Sekuritas dan Bursa serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas. RUU ini dipandang sebagai salah satu upaya regulasi kripto paling signifikan yang dilakukan oleh Kongres dan menyusul bertahun-tahun perdebatan tentang bagaimana kripto harus diklasifikasikan dan diawasi.

Stablecoin Yield Dispute

A central sticking point remains the treatment of yield-bearing stablecoins. The debate has pitted crypto companies seeking flexibility in offering rewards programs against banks that argue such products could compete directly with traditional deposits.

The issue has been at the center of negotiations for months. In March, CoinDesk reported that lawmakers were attempting to break a legislative deadlock through a compromise on stablecoin yield provisions after disagreements delayed progress on the bill.

More recently, Bloomberg reported that banking groups were pushing for last-minute changes to a compromise crafted by Senators Thom Tillis and Angela Alsobrooks regarding stablecoin rewards. Banks continued to press lawmakers to tighten restrictions on products that could resemble interest-bearing deposit accounts.

Current Legislative Draft

The latest Senate draft reflects ongoing negotiations. According to CoinDesk, the legislation would prohibit interest or yield paid solely for holding payment stablecoins while allowing certain transaction-based rewards programs to continue under specific circumstances.

Banking Industry Position

Banking industry concerns have been echoed publicly by major financial institutions. JPMorgan Chase Chief Financial Officer Jeremy Barnum raised concerns about allowing stablecoins such as USDC to generate yield for holders, reflecting broader industry arguments that such products could disrupt traditional banking models.

Advokasi Pendukung

Meski skeptisisme kian meningkat di pasar prediksi, pendukung RUU tersebut terus berargumen bahwa momentum masih tetap terjaga. Senator Cynthia Lummis, salah satu advokat paling menonjol untuk legislasi aset digital di Kongres, terus mendorong agar RUU tersebut segera disahkan.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar