Brian Armstrong mengatakan bahwa empat miliar orang dewasa tidak memiliki akses ke broker, membatasi partisipasi mereka dalam pasar investasi global.
Tokenisasi dapat memungkinkan akses ke saham dan dana dengan mengubah aset menjadi token digital yang dapat diperdagangkan secara global.
Memperluas akses dapat menggeser ketergantungan dari upah ke investasi, meningkatkan peluang penciptaan kekayaan jangka panjang.
CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengatakan bahwa hampir empat miliar orang dewasa tetap tidak terlibat dalam pasar investasi global, menyebut mereka sebagai “tanpa broker” dalam wawancara Bloomberg pada tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa orang-orang ini tidak memiliki akses ke layanan broker. Akibatnya, mereka tidak dapat berinvestasi dalam aset seperti saham teknologi AS atau dana besar, meskipun permintaan global yang meningkat.
Menurut Brian Armstrong, industri sering fokus pada “tanpa bank,” namun masalah terpisah tetap ada. Ia menyatakan bahwa sekitar empat miliar orang tidak dapat mengakses platform broker atau alat investasi. Akibatnya, mereka tetap tidak bisa berpartisipasi dalam pasar modal.
Ia mencatat bahwa kelompok ini tidak dapat berinvestasi dalam aset seperti perusahaan teknologi Amerika atau dana dari perusahaan seperti BlackRock dan Apollo. Oleh karena itu, pendapatan mereka sangat bergantung pada upah daripada hasil investasi. Perbedaan ini, katanya, menyoroti kesenjangan struktural antara akses ke modal dan ketergantungan pada tenaga kerja.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, Armstrong menunjukkan tokenisasi sebagai solusi yang sedang berkembang. Ia menjelaskan bahwa tokenisasi mengubah aset seperti saham dan obligasi menjadi token digital. Token ini kemudian dapat diakses dan diperdagangkan dengan lebih mudah di platform global.
Ia membandingkan pergeseran ini dengan munculnya stablecoin, di mana dolar digital memungkinkan pembayaran yang lebih cepat dan murah di seluruh dunia. Demikian pula, saham yang ditokenisasi dapat memperluas akses ke produk investasi di luar sistem tradisional. Selain itu, tokenisasi memungkinkan peningkatan efisiensi sekaligus mengurangi hambatan masuk bagi peserta baru.
Brian Armstrong menyatakan bahwa tokenisasi kelas aset bertujuan untuk memperluas partisipasi dalam penciptaan kekayaan. Ia menjelaskan bahwa individu yang bergantung sepenuhnya pada tenaga kerja sering kekurangan peluang untuk menginvestasikan tabungan mereka. Akibatnya, mereka tetap di luar sistem yang menghasilkan pertumbuhan keuangan jangka panjang.
Namun, pasar yang ditokenisasi dapat menyediakan titik masuk alternatif. Dengan menurunkan hambatan akses, mereka mungkin memungkinkan lebih banyak orang untuk mengalokasikan modal ke aset berkualitas tinggi. Menurut Armstrong, pendekatan ini berfokus pada meningkatkan aksesibilitas sekaligus merombak cara pasar global mendistribusikan peluang investasi.