Bitcoin và Ethereum đều turun mạnh ketika 349 juta USD posisi derivatif ditiadakan dalam 24 jam. Funding Rate negatif kembali, namun risiko penurunan yang dalam belum selesai.
Pasar kripto baru saja mengalami gelombang aksi jual kuat lainnya, yang diikuti gelombang likuidasi meluas di pasar derivatif. Dalam 24 jam, total nilai posisi yang disapu mencapai 349,84 juta USD, mencerminkan kondisi pertahanan ekstrem dari arus modal spekulatif. Tekanan untuk turun muncul bersamaan dengan guncangan geopolitik dan sentimen risk-off di seluruh pasar aset.

Ilustrasi untuk gelombang aksi jual yang menyebabkan ratusan juta USD posisi kripto dilikuidasi.
Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto turun 3,22%, sementara Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing kehilangan 3,89% dan 3,63%. BTC turun ke area terendah 66.200 USD, namun masih belum menembus level 65.000 USD yang ditetapkan pada 29/3. Ini menunjukkan tekanan jual sedang membesar, tetapi penopang jangka pendek belum sepenuhnya ambruk.

Grafik dari Kobeissi Letter menunjukkan reaksi negatif pasar tradisional setelah pernyataan Presiden Trump.
Pemicu utama berasal dari pidato Presiden Donald Trump, ketika pasar saham AS langsung bereaksi negatif. Menurut Kobeissi Letter, indeks S&P 500 kehilangan kapitalisasi 550 miliar USD dalam waktu kurang dari 30 menit. Dengan demikian, kondisi makro cepat beralih ke mode menghindari risiko, memberi tekanan langsung ke kripto.
Selain itu, pernyataan tegas yang menargetkan Iran serta risiko konflik yang berpotensi berlanjut “dua hingga tiga minggu” mendorong harga minyak melonjak hingga 107,65 USD per barel. Kenaikan harga energi yang tajam biasanya diikuti kekhawatiran inflasi dan melemahkan selera investasi pada aset volatil. Untuk kripto, ini merupakan kombinasi yang kurang menguntungkan ketika arus modal spekulatif baru saja hilang dan sekaligus menghadapi tekanan dari sentimen pasar global.
Hal yang patut dicatat adalah dampak dari guncangan ini kemungkinan besar belum sepenuhnya langsung tercermin pada harga. Keterlambatan pergerakan minyak, inflasi yang diantisipasi, dan biaya modal masih dapat menambah tekanan pada aset berisiko dalam beberapa minggu ke depan. Dalam skenario tersebut, Bitcoin sepenuhnya bisa ditarik ke fase capitulation (penyerahan mengikuti siklus) yang lebih dalam.
Data dari CoinGlass menunjukkan total likuidasi di seluruh pasar mencapai 349,84 juta USD dalam 24 jam. Ethereum memimpin dengan 90,83 juta USD yang dihapus, sementara Bitcoin berada di urutan kedua dengan 80,89 juta USD. Angka ini menunjukkan leverage masih cukup tebal dan sedang dipaksa untuk ditutup dalam lingkungan volatilitas yang kuat.
Kubu Long merupakan kelompok yang menanggung kerugian terbesar dalam penurunan kali ini. Hal itu mencerminkan kenyataan bahwa banyak trader masih memasang taruhan pada reli jangka pendek, tetapi pasar justru bereaksi berlawanan. Ketika harga jatuh saat leverage tinggi, efek domino dari likuidasi paksa biasanya membuat amplitudo penurunan menjadi semakin diperbesar.

Funding Rate berbobot berdasarkan Open Interest menunjukkan sentimen jangka pendek sangat condong ke kubu penjual.
Setelah 28/3, Funding Rate kembali ke area negatif, sebuah sinyal yang sangat penting bagi pasar perpetuals (kontrak berjangka abadi). Ketika Funding Rate negatif, harga kontrak perpetual diperdagangkan lebih rendah daripada harga spot, yang mencerminkan tren bearish sentiment (sentimen pesimistis) dalam jangka pendek. Ini biasanya menjadi tanda bahwa partisipan pasar bersedia membayar biaya untuk mempertahankan posisi Short lebih banyak daripada posisi Long.
Aksi jual terbaru tidak muncul secara acak, melainkan berada dalam tren pelemahan Bitcoin yang berkepanjangan. Jika mempersempit pandangan ke beberapa minggu terakhir, penurunan saat ini belum cukup untuk sepenuhnya mengubah gambaran besar, tetapi telah secara signifikan memperburuk struktur jangka pendek. Level penting untuk dipantau adalah 65.600 USD, karena jika satu candle 4 jam ditutup di bawah area ini akan mengonfirmasi peralihan status swing structure menjadi bearish.

Grafik 4 jam BTC/USDT menunjukkan area 69.000 USD berperan sebagai resistance yang sangat kuat.
Area supply 69.000 USD sepenuhnya menolak upaya kenaikan dari kubu pembeli. Kejatuhan kembali dari level ini membuat struktur internal terus memburuk dan meningkatkan probabilitas BTC kembali menguji level terendah lokal 65.000 USD. Jika tekanan jual terus meluas, area 63.300 USD akan menjadi level support lanjutan yang mungkin dituju pasar.
Arus dana saat ini belum menunjukkan sinyal bahwa pembalikan arah sudah siap secara meyakinkan. Funding Rate negatif, likuidasi Long yang meningkat tinggi, dan respons risk-off dari pasar makro sedang membentuk satu kumpulan sinyal bearish. Dalam jangka pendek, setiap reli Bitcoin dapat terus dianggap sebagai kesempatan bagi kubu penjual untuk mendistribusikan ulang posisi.