Analis Wedbush, Dan Ives, mengatakan dalam wawancara CNBC pada hari Senin bahwa ia akan “terkejut” jika Space Exploration Technologies Corp. dan Tesla Inc. tidak melakukan penggabungan dalam setahun ke depan. Ives mengutip sinergi antara kedua perusahaan, peluang saling silang, dan keunggulan strategis untuk mengonsolidasikan teknologi AI di bawah satu entitas sebagai alasan potensi merger tersebut. Pernyataan itu muncul setelah SpaceX melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) minggu lalu.
Ives Mengutip Sinergi dan Konsolidasi AI sebagai Pendorong Merger
Dalam wawancara CNBC, Ives menyoroti potensi sinergi antara SpaceX dan Tesla. “Saat saya melihat ke depan selama setahun, saya terus memandang bahwa... saya akan terkejut kalau itu tidak terjadi, hanya karena sinerginya, karena saling silang, dan juga untuk Musk sendiri, menurut saya itu paling masuk akal jika semua teknologi AI itu ada di satu atap, apalagi mengingat sifat pengendali SpaceX,” kata Ives.
Ives menyatakan bahwa merger bukan prioritas saat ini SpaceX. “Ini semua seperti permainan poker taruhan tinggi, jadi itu bukan prioritas pertama sekarang. Intinya SpaceX, soal peluncuran, Starlink,” tambahnya.
Ives: Dukungan Pemegang Saham Tesla Bergantung pada Penilaian
Ives menyatakan bahwa dukungan pemegang saham Tesla terhadap potensi merger akan bergantung pada valuasi dan harga yang ditawarkan dalam kesepakatan. Ia tidak memberikan angka valuasi spesifik atau kisaran harga.
COO SpaceX Akui Sinergi Antara Perusahaan
COO SpaceX, Gwynne Shotwell, mengatakan dalam wawancara CNBC terpisah bahwa terdapat sinergi antara Tesla dan SpaceX. “Ke depannya, jelas akan ada konvergensi dari apa yang semuanya coba capai di masa depan. Tapi saat ini, fokus saya adalah menjaga lampu tetap menyala di sini, menjaga roket tetap diproduksi, menerbangkan roket, menerbangkan orang, menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan yang paling kritis, menyediakan broadband bagi orang-orang yang tidak memiliki akses,” kata Shotwell.
Ives: OpenAI dan Anthropic Akan Melantai ke Publik
Ives menyatakan bahwa lab AI frontier, OpenAI dan Anthropic, harus go public. “Ini bukan cuma SpaceX. Lihat OpenAI, Anthropic... semua pihak lain pada akhirnya harus go public karena perang senjata, karena data,” katanya.
Baik OpenAI maupun Anthropic mengajukan draf pernyataan registrasi S-1 secara rahasia ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (U.S. Securities and Exchange Commission) bulan ini sebagai persiapan untuk penawaran umum perdana.
Data Kinerja Saham untuk SpaceX dan Tesla
Saham SpaceX naik hampir 6% pada perdagangan pra-pasar hari Senin. Saham Tesla naik lebih dari 1% pada perdagangan pra-pasar hari Senin. Saham SPCX naik 19% year-to-date. Saham TSLA turun 10% year-to-date.
FAQ
Apa yang Dan Ives katakan tentang merger SpaceX-Tesla pada hari Senin?
Dan Ives mengatakan dalam wawancara CNBC pada hari Senin bahwa ia akan “terkejut” jika SpaceX dan Tesla tidak melakukan merger dalam setahun ke depan, dengan menyebut sinergi, saling silang, dan konsolidasi teknologi AI sebagai alasannya.
Mengapa Dan Ives berpikir merger SpaceX-Tesla masuk akal?
Ives mengutip sinergi antara kedua perusahaan, peluang saling silang, dan keunggulan strategis untuk memiliki semua teknologi AI di bawah satu entitas, terutama mengingat sifat pengendali Elon Musk terhadap SpaceX.
Apa yang COO SpaceX Gwynne Shotwell katakan tentang sinergi dengan Tesla?
Shotwell mengatakan dalam wawancara CNBC bahwa ada konvergensi dari apa yang coba dicapai Tesla dan SpaceX di masa depan, tetapi fokusnya saat ini adalah operasi SpaceX termasuk produksi roket, peluncuran, dan menyediakan akses broadband.