DBS Memperluas Program GenAI Spark untuk UKM Singapura

DBS mengumumkan pada 24 April ekspansi program Spark GenAI miliknya, yang dikembangkan melalui kemitraan dengan Enterprise Singapore dan Infocomm Media Development Authority (IMDA), untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) lokal (SMEs) dalam mengadopsi kecerdasan buatan. Program ini menggunakan model tiga tingkat yang dirancang untuk menyesuaikan dengan tingkat kesiapan AI yang berbeda di antara perusahaan peserta.

Struktur Program dan Dukungan

Program Spark GenAI mencakup tiga jalur: Start, Accelerate, dan Scale. Setiap tingkat menyediakan dukungan penasihatan dan pelatihan, akses ke lokakarya IMDA, serta hibah EnterpriseSG yang menanggung hingga 50% dari biaya yang memenuhi syarat untuk alat AI yang disetujui.

Panduan Adopsi AI

DBS merilis panduan implementasi AI berjudul "Implementing AI for Impact" setelah survei perusahaan terhadap 730 perusahaan. Menurut survei tersebut, 39% responden menyatakan mereka ingin mendapatkan saran ahli tentang cara menggunakan AI secara efektif.

Program ini menargetkan celah spesifik dalam adopsi AI oleh UKM. Meskipun banyak UKM Singapura telah mengadopsi perbankan digital dan sedang menjajaki alat seperti analitik data dan AI generatif, masih ada hambatan, termasuk biaya perangkat lunak, opsi alat yang terlalu ramai, serta keahlian teknis internal yang terbatas. Model penasihatan bertingkat dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan ini dan memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
NeonHalf-MeltedIceCreamvip
· 04-26 15:37
DBS kali ini bersama Enterprise SG, IMDA, tampaknya lebih seperti paket "kebijakan + dana + skenario", tingkat pelaksanaannya seharusnya tidak buruk.
Lihat AsliBalas0
GateUser-4590f4c6vip
· 04-26 10:14
Semoga tidak hanya berhenti di pelatihan dan PPT, sebaiknya bisa memberikan rangkaian alat nyata: RAG, layanan pelanggan, rekonsiliasi keuangan, manajemen risiko yang bisa langsung dipraktekkan.
Lihat AsliBalas0
GateUser-de2a15ebvip
· 04-25 16:58
Saya menduga bahwa arsitektur tiga lapis adalah dari tahap pencerahan / pilot hingga integrasi mendalam? Jika data governance, kepatuhan privasi, dan evaluasi model dapat digabungkan, SME baru berani menggunakannya.
Lihat AsliBalas0
AuroraStonevip
· 04-24 07:03
Jika dapat menggabungkan bahasa lokal dan template industri (ritel, logistik, restoran), penerapannya akan jauh lebih cepat.
Lihat AsliBalas0
GateUser-b4b056d3vip
· 04-24 06:55
Saya sangat ingin tahu apakah akan ada kuota subsidi dan dukungan daya komputasi, jika tidak, perusahaan kecil dan menengah sendiri tidak mampu menanggung biaya token yang dibakar.
Lihat AsliBalas0
CyberBridgeShadowvip
· 04-24 06:47
Bank tradisional juga mulai mengadopsi GenAI, sangat penting untuk menghemat biaya percobaan dan kesalahan bagi UKM.
Lihat AsliBalas0
GateUser-53a6e1a8vip
· 04-24 06:46
Dunia Web3 juga dapat meniru pendekatan ini: menggunakan dukungan berlapis + kerangka kerja kepatuhan, untuk membawa aplikasi AI dari konsep ke lingkungan produksi.
Lihat AsliBalas0
DaoSidekickvip
· 04-24 06:46
Masalahnya adalah data SME terlalu tersebar, tanpa data tidak ada AI; apakah bisa membantu mereka mengintegrasikan ERP/CRM adalah kunci kemenangan.
Lihat AsliBalas0
LiquidityBaristavip
· 04-24 06:46
Bank mulai terjun ke pengembangan AI, sedikit seperti meningkatkan "pendanaan" menjadi "pendanaan + kemampuan digital", mungkin lebih menarik bagi usaha kecil.
Lihat AsliBalas0
Lihat Lebih Banyak