Dubai meluncurkan aturan derivatif kripto, menetapkan batas leverage, meningkatkan transparansi, dan memperkuat perlindungan investor sambil mendukung pertumbuhan pasar yang aman dan inovasi
Dubai telah memperkenalkan kerangka kerja baru untuk perdagangan derivatif kripto di bawah aturan yang jelas. Pergeseran ini merupakan kemajuan besar dalam pengendalian kripto di seluruh dunia. Selain itu, kerangka kerja tersebut akan menyeimbangkan inovasi dan perlindungan investor di pasar aset virtual yang berkembang pesat.
Menurut Gulf News, kerangka kerja itu diumumkan pada hari Selasa oleh Virtual Assets Regulatory Authority. Kerangka ini berurusan dengan Exchange Traded Derivatives yang terkait dengan aset virtual. Selain itu, aturan kepatuhan yang ketat kini memungkinkan Penyedia Layanan Aset Virtual yang berlisensi untuk menawarkan produk-produk ini.
_Bacaan Terkait: _****Binance Stablecoin Inflows and Derivatives Reset Hint at Early Bitcoin Market Stabilization | Live Bitcoin News
Pemeriksaan yang diterapkan untuk kesesuaian nasabah dan paparan risiko dimasukkan dalam aturan baru. Selain itu, investor ritel memiliki batas leverage sebesar 5 kali. Bursa juga harus memblokir akses produk yang tidak sesuai oleh pengguna yang salah. Dengan demikian, kerangka kerja ini akan meminimalkan risiko dalam aktivitas perdagangan.
Selain itu, otoritas tersebut membuat persyaratan margin dan jaminan menjadi lebih ketat. Ketika jaminan berada di bawah tingkat yang disyaratkan, perusahaan harus memperingatkan klien. Jika klien tidak bertindak, likuidasi otomatis harus dilakukan untuk menyamakan kedudukan. Ini memberikan stabilitas dan meminimalkan kemungkinan guncangan pasar.
Secara bersamaan, perusahaan harus meningkatkan kualitas transparansi dan pelaporan. Perusahaan diwajibkan untuk mengajukan laporan bulanan yang menunjukkan seluruh pergerakan dana. Mereka juga diwajibkan memiliki cadangan yang memadai untuk memenuhi seluruh kewajiban. Dengan demikian, uang nasabah aman dan semakin diperketat.
Sementara itu, Dubai menyelaraskan regulasi kriptonya dengan regulasi nasional. Pada Agustus 2025, struktur bersama antara Virtual Assets Regulatory Authority dan Securities and Commodities Authority mulai berjalan. Ini memungkinkan pengakuan timbal balik atas lisensi di seluruh 7 emirat. Hal ini telah menghasilkan kemudahan bagi perusahaan untuk beroperasi di dalam UEA.
Selain itu, perusahaan-perusahaan besar sudah masuk ke lingkungan yang terkontrol ini. Perusahaan seperti Laser Digital dan Crypto.com telah diberi lisensi untuk memperdagangkan derivatif. Persetujuan ini menunjukkan adanya peningkatan minat institusional pada ekosistem kripto di Dubai.
Namun demikian, pemerintah juga menjadi penegak yang semakin tegas. Pada Maret 2026, Virtual Assets Regulatory Authority mengeluarkan peringatan kepada KuCoin. Perdagangan diperintahkan untuk menghentikan praktik aktivitas tanpa lisensi di Dubai. Dengan demikian, regulator juga memastikan bahwa pasar mematuhi ketentuan.
Lebih lanjut, menurut Virtual Assets Regulatory Authority, kerangka kerja tersebut mendorong pengembangan pasar yang aman. Kerangka ini berupaya memastikan bahwa inovasi berjalan beriringan dengan transparansi dan tata kelola. Keseimbangan seperti ini sangat berarti dalam hal pertumbuhan jangka panjang dan kepercayaan terhadap pasar kripto.
Ruben Bombardi menekankan peran aturan yang kuat. Menurutnya, derivatif akan menjadi langkah berikutnya yang logis dalam pengembangan pasar kripto. Namun, mereka memerlukan tingkat kontrol dan pengawasan yang lebih ketat. Karena itu, investor terlindungi dengan baik melalui adanya aturan yang jelas untuk membangun kepercayaan.
Secara keseluruhan, Dubai tetap menjadi pusat kripto yang terus naik di dunia. Struktur baru ini membawa kewarasan bagi perusahaan dan investor. Akibatnya, pasar akan berkembang lebih lanjut dengan keselamatan dan kepercayaan yang ditingkatkan di masa depan.