Menurut Yonhapinfomax, EcoPro BM mengakuisisi kepemilikan di smelter nikel Indonesia BNSI (Bahodopi Nickel Smelting Indonesia) pada 12 Juli, dengan Grup EcoPro menginvestasikan 1,5 triliun won Korea pada fase kedua proyek. Investasi ini meningkatkan total kapasitas pasokan nikel tahunan grup menjadi 65.000 ton, yang cukup untuk mendukung produksi sekitar 1,5 juta kendaraan listrik.
Smelter BNSI, yang berlokasi di Sulawesi, merupakan usaha patungan dengan perusahaan pertambangan milik negara PT Vale Indonesia dan perusahaan global lainnya, dengan Grup EcoPro sebagai pemegang saham pengendali. Pasokan nikel yang diamankan akan diproses melalui fasilitas material katoda milik grup di Debrecen, Hongaria, sehingga perusahaan siap mematuhi regulasi Uni Eropa termasuk Critical Raw Materials Act (CRMA) dan perjanjian perdagangan EU-UK.