Ed Yardeni Menaikkan Target Akhir Tahun S&P 500 Menjadi 8.250 dengan Alasan Momentum Laba

SPX5000,25%

Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500 menjadi 8.250 dalam sebuah wawancara CNBC. Yardeni mengaitkan revisi ke atas tersebut dengan momentum laba yang berkelanjutan, yang ia sebut “fabulous earnings momentum” atau FEMO, bukan perilaku spekulatif investor. Strategi itu menekankan bahwa kedalaman dan likuiditas pasar modal AS mendorong kemajuan teknologi dan peningkatan produktivitas, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berlanjut serta perluasan laba perusahaan.

Yardeni Menyebut Momentum Laba sebagai Pendorong Utama Pasar

Yardeni mengatakan bahwa fundamental, khususnya pertumbuhan laba, mendorong S&P 500 menuju rekor tertinggi sepanjang masa yang baru. Ia membedakan “FEMO” (fabulous earnings momentum) dengan “FOMO” (fear of missing out), dengan menegaskan bahwa yang pertama adalah katalis yang sebenarnya. “Saya pikir itu sebenarnya alasan yang jelas, yaitu laba. Saya akhir-akhir ini membahas FOMO versus FEMO. FEMO, fabulous earnings momentum. Dan itu yang benar-benar mendorong pasar, bukan FOMO, bukan rasa takut ketinggalan,” kata Yardeni.

Pasar Modal AS Mendorong Keuntungan Teknologi dan Produktivitas

Yardeni membahas peran pasar modal AS dalam mendorong inovasi dan ketahanan ekonomi. Ia menyinggung diskusi pada 2024 tentang exceptionalism Amerika, dengan mencatat tesis itu “agak meredup pada 2025”. Namun, ia tetap berpendapat bahwa ketersediaan modal untuk inovasi terus mendorong revolusi teknologi. “Kita punya pasar modal yang luar biasa. Kita memiliki begitu banyak modal yang tersedia untuk inovasi. Itu yang mendorong revolusi teknologi. Revolusi teknologi mendorong produktivitas, dan produktivitas itu seperti ‘fairy dust’. Itu membuat semuanya lebih baik dalam ekonomi: pertumbuhan lebih baik, inflasi lebih rendah, upah riil naik, dan profitnya bagus,” kata Yardeni.

Strategist Mengabaikan Kekhawatiran Gelembung Pasar di Tengah Koreksi Sebelumnya

Yardeni menanggapi kekhawatiran bahwa pasar tampak terlalu mahal saat S&P 500 mendekati rekor tertinggi baru. Ia menunjuk penurunan pasar sebelumnya sebagai bukti ketahanan dan peluang. “Kita sudah mengalami beberapa crash. Maksud saya, kita mengalami crash di awal tahun lalu. Ternyata itu kesempatan bagus untuk membeli. Kita mengalami crash pada bulan Maret. Ternyata itu kesempatan bagus untuk membeli,” katanya. Yardeni menekankan bahwa kekayaan yang besar di AS dan secara global mencari investasi di pasar AS, dengan pertumbuhan laba tetap menjadi pendorong utama. “Jadi, saya pikir ada banyak sekali kekayaan di AS dan, secara global, yang ingin berinvestasi di AS. Saya pikir, laba yang mendorong semuanya,” pungkasnya.

FAQ

Apa target akhir tahun baru Ed Yardeni untuk S&P 500?

Ed Yardeni menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500 menjadi 8.250 dalam sebuah wawancara CNBC.

Mengapa Ed Yardeni menaikkan target S&P 500?

Yardeni mengaitkan kenaikan tersebut dengan momentum laba yang berkelanjutan, yang ia sebut “fabulous earnings momentum” atau FEMO, bukan perilaku spekulatif investor. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan laba, yang didukung pasar modal AS dan inovasi teknologi, adalah pendorong utama kenaikan pasar.

Bagaimana Ed Yardeni memandang koreksi pasar terbaru?

Yardeni mencatat bahwa penurunan pasar sebelumnya, termasuk crash di awal tahun lalu dan pada bulan Maret, ternyata menjadi peluang untuk membeli. Ia menepis kekhawatiran bahwa pasar terlalu mahal, dengan menekankan bahwa pertumbuhan laba terus mendukung pasar bullish.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar