5 Juni 2026 19:45 hingga 20:00 (UTC), ETH memantul cepat dalam 15 menit, dengan tingkat imbal hasil mencapai +1,32%. Harga bergerak dalam rentang 1553,21 hingga 1580,27 USDT, dengan amplitudo 1,74%. Perubahan harga jangka pendek yang tidak biasa memicu perhatian pasar, namun secara keseluruhan masih berada dalam kondisi lemah di dalam range.
Dorongan utama dari peristiwa kali ini adalah kebutuhan pemulihan setelah kondisi oversold teknikal yang ekstrem. Indikator RSI turun hingga 18,3, jauh di bawah ambang oversold 30, yang mencerminkan penurunan harga yang terlalu besar dalam waktu singkat dan membuka ruang untuk technical rebound. Di sisi lain, penutupan posisi short terpusat di pasar futures menjadi kekuatan kunci yang mendorong harga naik—volume perdagangan futures pada hari itu mencapai 93,65 miliar dolar AS, yaitu 10,56 kali volume spot. Saat harga jatuh ke posisi support teknikal kunci, banyak posisi short memilih untuk mengambil keuntungan.
Kedua, berkurangnya likuiditas memperbesar efek volatilitas harga. Jumlah ETH yang dipegang bursa telah turun ke titik terendah 9 tahun, sekitar 15,28 juta token, sehingga likuiditas yang tersedia di pasar relatif kering. Akibatnya, order beli dalam skala kecil saja dapat mendorong pergerakan harga yang cukup besar. Selain itu, indeks Fear and Greed turun ke level Fear ekstrem sebesar 12, menandakan sentimen pasar berada pada titik ekstrem dan ada kebutuhan pemulihan. Faktor pendukung lainnya adalah tidak munculnya aksi jual besar dari long-term holders. Kombinasi berbagai faktor tersebut beresonansi dan mendorong rebound jangka pendek.
Perlu dicatat, rebound saat ini kemungkinan besar tidak mengubah tren penurunan menengah. Garis rata-rata 50 hari dan 200 hari masih bergerak ke bawah, dan harga masih berada di bawah garis rata-rata utama. Open interest pasar futures mencapai 23,67 miliar dolar AS, sehingga posisi dengan leverage tinggi mudah memicu likuidasi berantai saat terjadi volatilitas. Ke depan, perlu memantau apakah level support kunci 1500 dolar AS mampu bertahan, perubahan long-to-short di pasar futures, serta arus dana on-chain, untuk mewaspadai risiko lonjakan volatilitas yang tajam dalam waktu pendek.