FAO Peringatkan Risiko Gangguan di Selat Hormuz Picu Krisis Keamanan Pangan Global

GateNews
Pada 26 Mei, Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu memperingatkan bahwa gangguan pengiriman di Selat Hormuz telah menimbulkan kerusakan sistemik bagi sistem pertanian global, berpotensi memicu krisis ketahanan pangan yang parah dalam beberapa tahun jika tidak ada tindakan. Organisasi tersebut menyatakan bahwa arus lalu lintas Hormuz yang terhambat telah mengganggu pengiriman minyak, gas alam cair (LNG), dan pupuk, sehingga mendorong kenaikan biaya input pertanian. Dengan produksi benih bergantung pada pupuk, harga benih menghadapi tekanan naik, sementara lonjakan biaya energi telah meningkatkan beban operasional di seluruh sistem pertanian global.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar