Ketua The Fed Kevin Warsh bersaksi di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada 14 Mei (waktu setempat), dengan mengatakan bahwa Federal Reserve harus memisahkan secara jelas kebijakan neraca keuangan (balance sheet) dari kebijakan fiskal. Warsh menekankan bahwa setiap perubahan pada kebijakan neraca keuangan akan diumumkan dan dijelaskan terlebih dahulu dengan pembahasan yang cukup. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal adalah ranah Kongres, Menteri Keuangan, dan Presiden, sementara The Fed harus fokus pada kebijakan moneter.
The Fed Memisahkan Kebijakan Neraca Keuangan dari Urusan Fiskal
Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve [Foto disediakan oleh Yonhap News]
Warsh mengatakan kepada komite, "Kami ingin keluar dari kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah domain Kongres, Menteri Keuangan, dan Presiden. The Fed harus memusatkan pada kebijakan moneter." Pernyataan itu menandakan bahwa The Fed tidak akan lagi menggunakan neraca keuangannya sebagai alat untuk dukungan fiskal pemerintah.
Warsh menjelaskan bahwa "neraca keuangan adalah bagian dari kebijakan moneter," seraya mencatat bahwa kebijakan moneter tidak hanya bekerja melalui suku bunga, tetapi juga melalui kebijakan neraca keuangan. Ia menyatakan, "Neraca keuangan bukan sekadar urusan 'pipa' pasar." Ini mengindikasikan Warsh mungkin menerima volatilitas yang lebih tinggi di pasar pendanaan jangka pendek.
Warsh Berkomitmen pada Target Inflasi 2%
Warsh menekankan komitmen The Fed pada stabilitas harga. "Inflasi adalah soal pilihan," katanya. "Kita sebagai pembuat kebijakan moneter harus memilih harga yang lebih rendah, dan itulah yang telah dijanjikan rekan-rekan saya dan saya." Ia menyatakan, "Kami berkomitmen mencapai stabilitas harga. Kami berkomitmen pada target inflasi 2%."
Menanggapi skeptisisme pasar, Warsh mengatakan, "Kalau pelaku pasar berpikir, 'The Fed mengatakan bahwa mereka berkomitmen pada targetnya sebelumnya, tapi bukankah pada kenyataannya mereka justru mentoleransi inflasi yang lebih tinggi?' — Saya beri tahu Anda sekarang bahwa komitmen itu tegas." Ia menambahkan, "Tanggung jawab diambil oleh diri sendiri. Sekarang bukan waktunya memindahkan tanggung jawab ke tempat lain atau menyalahkan orang lain."
Warsh menjelaskan bahwa The Fed memiliki alat kebijakan termasuk suku bunga dan kebijakan neraca keuangan untuk mencapai target inflasi. "Kami sebenarnya punya cara untuk mencapai tujuan itu," katanya. "Ini soal komitmen, akuntabilitas, dan alat kebijakan. Kita punya semuanya. Dan kita akan mencapai tujuan itu."
The Fed Meninggalkan Kerangka Penargetan Inflasi Rata-Rata Fleksibel
Warsh menyinggung ditinggalkannya Flexible Average Inflation Targeting (FAIT) oleh The Fed, dengan mengatakan, "Kerangka itu gagal mencapai tujuan aslinya." Ia menyatakan puas karena para pendahulunya membuang kebijakan itu sebelum ia menjabat.
"Kalau Anda membuat kesalahan, Anda harus mengakuinya," kata Warsh. "Saya pikir kalau kesalahan itu diakui lebih awal, kita tidak akan mengalami tingkat beban berlebihan yang hampir sama besarnya selama lima tahun terakhir."
The Fed Membentuk Satuan Tugas Reformasi Lima Bidang
Warsh mengumumkan ia menugaskan satuan tugas reformasi The Fed "tugas sulit untuk meninjau dari prinsip-prinsip dasar." Ia menjelaskan, "Satuan tugas ini masih berada pada fase investigasi. Mereka memulai dari keadaan kosong."
Warsh menyatakan ia berencana membagikan hasil dan pembahasan secara berkala mulai sekarang hingga akhir tahun, dengan ekspektasi mencapai kesimpulan yang substansial pada akhir tahun. Saat ini The Fed menjalankan satuan tugas di lima bidang: komunikasi, neraca keuangan, data, produktivitas dan ketenagakerjaan, serta kerangka inflasi.
Warsh menolak berkomentar soal konflik transisi Presiden Donald Trump, dengan menyatakan, "Kami akan tetap setia hanya pada peran kami."
FAQ
Apa yang dikatakan Ketua The Fed Warsh tentang kebijakan neraca keuangan pada 14 Mei?
Ketua The Fed Kevin Warsh bersaksi di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada 14 Mei, dengan mengatakan bahwa The Fed harus memisahkan secara jelas kebijakan neraca keuangan dari kebijakan fiskal. Ia menekankan bahwa setiap perubahan akan diumumkan terlebih dahulu dengan pembahasan yang cukup, dan bahwa The Fed harus fokus pada kebijakan moneter sementara kebijakan fiskal adalah ranah Kongres, Menteri Keuangan, dan Presiden.
Mengapa The Fed meninggalkan kerangka Flexible Average Inflation Targeting?
Warsh menyatakan bahwa kerangka FAIT gagal mencapai tujuan aslinya. Ia mengatakan jika kesalahan itu diakui lebih awal, beban berlebihan selama lima tahun terakhir tidak akan terjadi dengan tingkat yang hampir sama. Warsh menyatakan puas karena para pendahulunya membuang kebijakan itu sebelum ia menjabat.