Menurut strategist RBC Wealth Management Thomas Garretson, Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada 2026 untuk membalik 75 basis poin dari “pemotongan asuransi” yang diterapkan oleh Ketua The Fed pendahulu Kevin Warsh, Jerome Powell, pada 2025. Garretson menyatakan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga sama sekali atau akan menaikkan suku bunga tiga kali, sementara penetapan harga pasar saat ini mencerminkan ekspektasi titik tengah, yakni kenaikan suku bunga satu kali. Data CME FedWatch per 10 Juli menunjukkan probabilitas sekitar 40% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga.
Sementara itu, ekonom kepala GlobalData TS Lombard Freya Beamish memperingatkan bahwa The Fed berisiko meremehkan risiko inflasi akibat ledakan infrastruktur AI. Ia mencatat bahwa jika ketidakpastian kebijakan menghalangi The Fed merespons perubahan ekonomi secara tepat waktu, pasar pada akhirnya akan meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi, sehingga mendorong imbal hasil Treasury jangka panjang lebih tinggi. Imbal hasil Treasury 10-tahun AS naik hingga 4,56% pada Jumat, dengan penawaran obligasi korporasi terkait AI menjadi pendorong signifikan bagi kenaikan imbal hasil.