Saham Fermi Melonjak 27% setelah Laporan Pusat Data Ohio OpenAI

Saham Fermi LLC (FRMI) melonjak lebih dari 27% pada Rabu sore setelah analis Citizens mengaitkan kenaikan tersebut dengan laporan pembicaraan pusat data Ohio milik OpenAI. Citizens menyatakan dalam catatan riset bahwa kabar ini berdampak baik bagi kemungkinan adanya perjanjian sewa besar yang ditandatangani dengan Fermi, saat perusahaan berupaya menandatangani sewa pertamanya untuk kompleks bertenaga gas alam 11 GW yang sedang dikembangkan, menurut TheFly. Kampus Ohio yang diusulkan, yang diberitakan The Information dapat mencakup dukungan finansial dari Nvidia, akan masuk di antara proyek infrastruktur AI terbesar yang pernah dipertimbangkan dan pada akhirnya dapat menelan biaya lebih dari $500 miliar setelah memperhitungkan chip, infrastruktur daya, biaya tenaga kerja, dan pengeluaran konstruksi.

Analis Citizens Mengaitkan Kenaikan FRMI dengan Laporan Pusat Data Ohio OpenAI

OpenAI dilaporkan sedang membahas penyewaan kampus pusat data 10 gigawatt yang diusulkan di tanah federal di Ohio, dalam kesepakatan yang bisa mencakup dukungan finansial dari Nvidia (NVDA), menurut The Information. Citizens menyatakan dalam catatan riset bahwa kabar ini berdampak baik bagi kemungkinan adanya perjanjian sewa besar yang ditandatangani dengan Fermi, saat perusahaan berupaya menandatangani sewa pertamanya untuk kompleks bertenaga gas alam 11 GW yang sedang dikembangkan, menurut TheFly.

Perusahaan tersebut menambahkan bahwa Fermi sudah memiliki izin untuk mendukung kapasitas pusat data bertenaga 6 gigawatt dan mengharapkan 5 gigawatt sisanya akan mendapatkan izin dalam waktu dekat. Citizens meyakini ini menempatkan Fermi sebagai salah satu jalur tercepat menuju ketersediaan daya dan komputasi skala besar, dengan kapasitas awal berpotensi mulai beroperasi seawal 2027, menurut TheFly.

Kampus Ohio Bisa Berbiaya Lebih dari $500 Miliar pada Skala Penuh

Kampus Ohio yang diusulkan akan masuk di antara proyek infrastruktur AI terbesar yang pernah dipertimbangkan. Proyek ini pada akhirnya bisa menelan biaya lebih dari $500 miliar setelah memperhitungkan chip, infrastruktur daya, biaya tenaga kerja, dan pengeluaran konstruksi, menurut laporan The Information.

Berdasarkan struktur yang diberitakan, OpenAI akan menyewa fasilitas tersebut dalam jangka panjang dan mengoperasikan peralatan komputasi yang ditempatkan di sana. Tahap pertama, yang diperkirakan memberikan sekitar 800 megawatt kapasitas, bisa mulai beroperasi pada 2028.

Proyek ini juga akan menandai meningkatnya minat OpenAI untuk mengendalikan kapasitas pusat data khusus dibanding hanya mengandalkan penyedia cloud seperti Microsoft, Amazon, dan Oracle.

Nvidia Dipertimbangkan untuk Jaminan Finansial di Proyek Ohio

OpenAI akan menerapkan perangkat keras Nvidia di lokasi kampus Ohio, sementara Nvidia dapat memberikan jaminan finansial yang mendukung baik kewajiban sewa OpenAI maupun pembiayaan proyek di masa depan, menurut laporan The Information. Pengaturan semacam itu akan menjadi ekspansi besar dari upaya Nvidia untuk membantu mendanai proyek infrastruktur AI.

Meski Nvidia sebelumnya telah menyatakan minat untuk mendukung investasi pusat data pelanggan, perusahaan itu belum secara publik berkomitmen pada proyek dengan skala sebesar ini.

OpenAI sebelumnya juga mengeksplorasi rencana infrastruktur yang ambisius serupa. Tahun lalu, perusahaan dan Nvidia membahas kemungkinan kesepakatan yang melibatkan pendanaan hingga $100 miliar untuk pengembangan pusat data AI, meskipun kesepakatan itu tidak pernah dimuktamadkan. Nvidia kemudian menginvestasikan $30 miliar ke OpenAI melalui transaksi ekuitas, menurut The Information.

Pedagang Ritel Beralih Bullish untuk Saham FRMI

Di Stocktwits, sentimen ritel terhadap saham FRMI berubah menjadi “bullish” dari “bearish” sehari sebelumnya. Seorang pedagang ritel bullish menyebut catatan Citizens sebagai pendorong utama di balik reli FRMI. Pedagang bullish lainnya memproyeksikan potensi kenaikan besar untuk saham FRMI, dengan mengatakan saham tersebut bisa menyentuh $50.

Dalam 12 bulan terakhir, saham FRMI turun 66%.

FAQ

Apa yang menyebabkan saham Fermi melonjak pada Rabu? Saham FRMI melonjak lebih dari 27% pada Rabu sore setelah analis Citizens mengatakan laporan bahwa OpenAI mengeksplorasi sewa pusat data 10 gigawatt di Ohio bisa menjadi perkembangan positif bagi Fermi. Citizens menyatakan kabar tersebut berdampak baik bagi kemungkinan adanya perjanjian sewa besar yang ditandatangani dengan Fermi, saat perusahaan berupaya menandatangani sewa pertamanya untuk kompleks bertenaga gas alam 11 GW yang sedang dikembangkan.

Berapa besar biaya yang mungkin untuk proyek pusat data Ohio? Kampus Ohio yang diusulkan pada akhirnya bisa menelan biaya lebih dari $500 miliar setelah memperhitungkan chip, infrastruktur daya, biaya tenaga kerja, dan pengeluaran konstruksi, menurut laporan The Information. Tahap pertama, yang diperkirakan memberikan sekitar 800 megawatt kapasitas, bisa mulai beroperasi pada 2028.

Peran apa yang bisa dimainkan Nvidia dalam proyek pusat data Ohio? Nvidia dapat memberikan jaminan finansial yang mendukung baik kewajiban sewa OpenAI maupun pembiayaan proyek di masa depan, menurut The Information. OpenAI akan menerapkan perangkat keras Nvidia di lokasi kampus Ohio. Tahun lalu, OpenAI dan Nvidia membahas kemungkinan kesepakatan yang melibatkan pendanaan hingga $100 miliar untuk pengembangan pusat data AI, meski kesepakatan itu tidak pernah dimuktamadkan.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar