Menurut Arielle Pennington, Senior Vice President of Growth di Avalanche, pada 1 Juni sistem tiket berbasis blockchain Right to Buy (RTB) FIFA untuk Piala Dunia 2026 menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di blockchain Avalanche. Lonjakan tersebut mendorong volume transaksi menjadi sekitar 24 kali aktivitas jaringan normal, sementara alamat aktif meningkat kira-kira sepuluh kali lipat. Pennington mencatat angka-angka ini tercatat sebelum turnamen secara resmi dimulai, dengan jutaan penggemar diperkirakan akan berinteraksi dengan platform FIFA Connect untuk mengamankan kelayakan tiket.
Regulator perjudian Swiss, Gespa, telah mengajukan keluhan yang menuduh token RTB dapat merupakan produk perjudian ilegal, sehingga memicu penyelidikan oleh Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport terhadap praktik penjualan tiket FIFA.