Menurut pemerintah Prancis, Prancis mengumumkan Rencana Ketahanan Nasional untuk logam tanah jarang dan magnet permanen pada Mei 2026 guna mengamankan pasokan logam kritis serta mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan luar negeri. Rencana ini bertujuan membangun kembali rantai produksi terpadu yang mencakup pemisahan logam tanah jarang, manufaktur paduan, dan produksi magnet permanen, dengan target pada tahun 2030 termasuk pemenuhan 100% permintaan Eropa untuk heavy rare earth, 25% permintaan light rare earth, serta penyediaan sekitar 10% kebutuhan paduan logam tanah jarang Eropa.
Inisiatif ini akan didukung melalui pemberian insentif pajak industri hijau yang diperpanjang, program Prancis 2030, dana investasi logam kritis sebesar 2 miliar euro, serta peningkatan kerja sama Eropa dan internasional untuk memperluas sumber pasokan. Saat ini, sekitar 85% kapasitas pemisahan logam tanah jarang global terkonsentrasi di satu negara, sehingga menimbulkan risiko geopolitik yang signifikan terhadap rantai pasokan.