Franklin Templeton mengidentifikasi teknologi blockchain sebagai “protagonis besar berikutnya” di era artificial intelligence, menurut laporan CoinDesk yang diterbitkan pada tanggal 22 waktu setempat. Sandy Kaul, kepala Franklin Templeton, menyampaikan prediksi tersebut saat industri beralih dari generative AI ke sistem agentic AI yang menjadwalkan tugas, membeli barang, dan mengeksekusi perdagangan saham secara otonom tanpa campur tangan manusia. Tantangan inti muncul dari infrastruktur micropayment: ketika agen AI melakukan transaksi dengan agen AI lain untuk layanan senilai pecahan kurang dari satu sen, sistem kartu kredit dan perbankan tradisional membebankan biaya yang melebihi nilai transaksi itu sendiri, sehingga transaksi semacam itu menjadi tidak layak secara ekonomi.
AI Evolution Creates Micropayment Infrastructure Challenge
Lanskap AI sebelumnya didominasi oleh sistem generative AI yang menghasilkan teks atau gambar berdasarkan perintah manusia. Industri kini menghadapi pergeseran cepat menuju agentic AI, yang beroperasi secara otonom tanpa bantuan manusia untuk menjadwalkan janji, membeli barang, dan mengeksekusi transaksi saham. Evolusi ini menimbulkan masalah pembayaran mendasar: ketika satu AI membeli informasi dari AI lain, nilai transaksi dapat bernilai kurang dari satu sen. Infrastruktur kartu kredit dan perbankan yang ada tidak mampu mendukung micropayment seperti itu karena biaya pemrosesan lebih tinggi daripada nilai transaksi yang sebenarnya, sehingga pertukaran tersebut menjadi tidak mungkin secara ekonomi.
Blockchain Enables Near-Zero Cost Micropayments for AI Agents
Para ahli mengidentifikasi blockchain dan mata uang kripto sebagai solusi untuk tantangan micropayment ini. Teknologi blockchain memungkinkan transfer instan untuk jumlah yang sangat kecil tanpa bank perantara, dengan membebankan biaya minimal yang tetap masuk akal bahkan untuk transaksi di bawah satu sen. Kemampuan ini menempatkan blockchain sebagai infrastruktur penting bagi ekonomi di mana agen AI melakukan jutaan microtransaction otonom setiap hari.
Circle CEO Compares Blockchain Cost Reduction to AI Knowledge Labor Impact
Jeremy Allaire, CEO Circle Internet Group (NYSE: CRCL), menyatakan bahwa “sama seperti AI yang menurunkan biaya tenaga kerja pengetahuan hingga nol, blockchain dan mata uang digital yang dapat diprogram juga menurunkan biaya untuk memindahkan uang dan penyelesaian menjadi mendekati nol.” Perbandingan ini menyoroti bagaimana teknologi blockchain mengatasi hambatan transaksi yang sebaliknya akan mencegah agen AI beroperasi dalam ekonomi otonom.
Investment Focus May Shift Beyond Semiconductors to Blockchain Infrastructure
Investasi dalam AI terkonsentrasi pada semikonduktor dan pusat data. Analisis menyarankan bahwa blockchain dan mata uang kripto dapat muncul sebagai target investasi baru, berfungsi sebagai infrastruktur pembayaran langsung yang memungkinkan agen AI beroperasi dalam ekonomi otonom. Ini menandai potensi perluasan peluang investasi terkait AI di luar komponen perangkat keras menuju lapisan transaksional yang mendukung interaksi agen AI.
FAQ
Apa yang diidentifikasi Franklin Templeton sebagai teknologi besar berikutnya di era AI?
Sandy Kaul dari Franklin Templeton mengidentifikasi teknologi blockchain sebagai “protagonis besar berikutnya” di era AI, menurut laporan CoinDesk yang diterbitkan pada tanggal 22 dalam waktu setempat.
Mengapa blockchain diperlukan untuk transaksi agen AI?
Blockchain memungkinkan transfer instan untuk jumlah yang sangat kecil tanpa bank perantara dengan biaya minimal, sehingga mengatasi masalah micropayment ketika biaya kartu kredit dan perbankan tradisional melebihi nilai transaksi kurang dari satu sen yang dibutuhkan agen AI untuk saling bertukar.
Bagaimana CEO Circle membandingkan blockchain dengan dampak AI?
CEO Circle Jeremy Allaire menyatakan blockchain dan mata uang digital yang dapat diprogram menurunkan biaya pemindahan uang dan penyelesaian menjadi mendekati nol, sejalan dengan bagaimana AI menurunkan biaya tenaga kerja pengetahuan hingga nol.