Menurut Jin10, eksportir gas utama termasuk AS, Qatar, Nigeria, dan Aljazair mendesak Uni Eropa pada 24 Juni untuk melonggarkan peraturan emisi metana yang diusulkan, memperingatkan aturan tersebut dapat mengancam keamanan energi Eropa. Negara-negara itu meminta pendekatan yang "pragmatis" untuk mengklarifikasi dan merevisi rincian regulasi agar mereka dapat terus memasok minyak dan gas untuk memenuhi permintaan UE.
Dorongan ini muncul saat UE menghadapi tekanan untuk menurunkan harga energi yang tinggi dan berencana meningkatkan impor gas alam dari AS di tengah ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah Eropa berencana membahas dampak regulasi metana terhadap keamanan energi dalam pertemuan para menteri energi UE akhir pekan ini.