Menurut analisis dari TradingShot yang dibagikan dalam postingan TradingView pada 29 Juni, emas spot membentuk death cross harian pertamanya dalam hampir tiga tahun. Sinyal teknis ini, yang terjadi ketika rata-rata pergerakan 50 hari melintas di bawah rata-rata 200 hari, muncul saat emas diperdagangkan di sekitar 4.017 dolar AS per ons setelah turun sekitar 10% pada Juni dan 14% pada kuartal kedua dari level tertinggi Januari 2026 di atas 5.400 dolar AS. Analisis teknis menunjukkan emas bisa menguji level support 3.700 dolar AS sebelum menemukan support yang lebih kuat di dekat rata-rata pergerakan 100-periode mingguan.
Meskipun terdapat sinyal bearish jangka pendek, bank-bank besar Wall Street tetap optimis terhadap prospek jangka panjang emas. Goldman Sachs memperkirakan emas mencapai sekitar 4.900 dolar AS pada akhir tahun 2026, sementara UBS dan Morgan Stanley memproyeksikan 5.200–5.500 dolar AS. Bank of America dan J.P. Morgan mempertahankan pandangan paling bullish, memperkirakan emas bisa mendekati 6.000 dolar AS pada akhir tahun 2026.