Goldman Sachs Memperingatkan Volatilitas S&P 500 akan Meluas Menjelang Pemilu paruh waktu AS

Menurut Goldman Sachs dalam sebuah laporan yang dimuat oleh Investing.com pada 26 Juli, volatilitas pasar saham kemungkinan akan meluas menjelang pemilihan sela AS karena ketidakpastian kebijakan ekonomi meningkat. Secara historis, S&P 500 telah menunjukkan imbal hasil median 0% dari awal Agustus hingga hari pemilihan sejak 1974, lalu diikuti kenaikan median 6% selama tiga bulan setelah pemilihan ketika ketidakpastian politik mereda.

Goldman Sachs mencatat bahwa kondisi pasar saat ini memperbesar risiko volatilitas. Korelasi tersirat di antara komponen S&P 500 telah turun menjadi 9–10, level terendah dalam beberapa dekade, yang berarti saham-saham individu bergerak tajam sementara gejolak level indeks tetap relatif terbatas. Bank tersebut juga menandai imbal hasil obligasi Treasury sebagai risiko utama: imbal hasil riil 10 tahun telah mencapai level tertinggi sejak 2023. Kenaikan 50 basis poin pada imbal hasil 10 tahun dalam waktu sebulan dapat memicu pelemahan signifikan pasar saham, meskipun Goldman Sachs tidak mengharapkan hasil pemilihan itu sendiri secara dramatis mengubah arah pasar.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar