Menurut Guangfa Hong Kong, pada 16 Juni perusahaan merilis laporan teknologi luar negerinya yang menyatakan bahwa meski terjadi volatilitas jangka pendek di sektor semikonduktor, dukungan fundamental dari ekspansi infrastruktur AI tetap kuat. Laporan tersebut memperkirakan penyedia cloud AS akan membelanjakan 812 miliar dolar AS untuk belanja modal (capex) pada 2026, naik 82% year-over-year, diikuti oleh 1,053 triliun dolar AS pada 2027. Pasar global akselerator AI diperkirakan berkembang dari 359 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 818 miliar dolar AS pada 2028.
Guangfa Hong Kong menyesuaikan daftar saham preferen pilihannya, dengan menambahkan Intel, Credo, Micron, MediaTek, dan Marvell sekaligus menghapus TSMC, AMD, Lumentum, EMC, dan TI. Perusahaan tetap bersikap konstruktif terhadap sektor teknologi luar negeri di tengah volatilitas.