Heungkuk Asset Management Tarik Surat Tata Kelola SK Hynix Dalam Waktu 24 Jam

SK8,19%

Heungkuk Asset Management mengirim surat kepada dewan SK Hynix pada sore hari tanggal 8, secara langsung mengkritik pelanggaran tata kelola, tetapi menarik surat tersebut pada sore hari tanggal 9, kurang dari 24 jam kemudian. Perusahaan menyatakan surat tersebut mewakili pendapat pribadi kepala divisi pengelolaan ekuitas, bukan posisi resmi perusahaan, dan bahwa prosedur persetujuan internal belum selesai. Insiden ini menyoroti tantangan yang terus berlangsung dalam menerapkan praktik kode pengelolaan di industri pengelolaan aset Korea, di mana investor institusional menghadapi tekanan struktural dari pemangku kepentingan perusahaan utama.

Heungkuk Asset Management Pertanyakan Proses Dewan SK Hynix

Surat pemegang saham menunjukkan bahwa Chey Tae-won, ketua SK Group yang bukan anggota dewan, mengumumkan rencana investasi sebesar 1.100 triliun won bersama presiden tanpa tinjauan dewan, yang dianggap sebagai "penghindaran dewan." Lee Nam-woo, ketua Korea Corporate Governance Forum, mengangkat isu yang sama pada hari yang sama. Surat tersebut membahas topik yang secara wajar dapat diajukan dalam korespondensi pemegang saham.

Perusahaan Klaim Surat Merupakan Pendapat Pribadi

Perusahaan menolak surat tersebut sebagai "penyimpangan pribadi," menyatakan bahwa itu hanyalah "pendapat pribadi kepala divisi, bukan posisi perusahaan" dan bahwa "prosedur persetujuan internal formal belum selesai." Pengamat industri mempertanyakan apakah surat resmi kepada perusahaan besar atas nama investor institusional dapat dikirim tanpa tinjauan departemen kepatuhan dan hanya melalui tindakan independen kepala divisi.

Industri Pertanyakan Koneksi Tata Kelola Grup Taekwang

Grup Taekwang adalah pemegang saham utama Heungkuk Asset Management. Tata kelola Grup Taekwang dinilai salah satu yang terendah di Korea. Sumber industri mempertanyakan apakah kelemahan tata kelola tingkat grup membungkam suara pengelola aset, mengingat bahwa pengelola aset yang terkait dengan Taekwang menarik kritiknya terhadap tata kelola perusahaan lain dalam waktu 24 jam.

Pengelola Aset Menghadapi Tekanan Struktural dari Pemangku Kepentingan Perusahaan

Chaebol dan perusahaan besar Korea berperan sebagai investor utama (LP) di perusahaan pengelolaan aset dan memegang posisi unggul dalam transaksi keuangan. Awal tahun ini, sebuah perusahaan asuransi properti besar dilaporkan menekan pengelola aset yang mengelola dana mereka terkait hak suara selama rapat pemegang saham reguler. Dulu, ketika pengelola aset dari perusahaan induk keuangan besar meluncurkan kampanye aktivis, perusahaan target mengeluh ke perusahaan induk, memaksa kampanye tersebut dihentikan. "Tangan tak terlihat" yang menelepon perusahaan sekuritas untuk menekan mereka memutus hubungan dengan pengelola aset tertentu merupakan rahasia umum di industri ini.

Otoritas Jasa Keuangan Umumkan Revisi Kode Pengelolaan

Otoritas Jasa Keuangan baru-baru ini mengumumkan revisi besar terhadap kode pengelolaan 10 tahun setelah diperkenalkan. Revisi tersebut akan memperluas tanggung jawab fidusia untuk mencakup faktor ESG (lingkungan, sosial, tata kelola) dan membangun "sistem pemantauan pelaksanaan" untuk memeriksa dan mengungkapkan kepatuhan. Di antara perusahaan yang terdaftar di KOSPI dan KOSDAQ, 53,5% masih memiliki rasio harga terhadap nilai buku (PBR) di bawah 1.

FAQ

Apa yang dilakukan Heungkuk Asset Management pada tanggal 8 dan 9?

Heungkuk Asset Management mengirim surat kepada dewan SK Hynix pada sore hari tanggal 8 yang mengkritik pelanggaran tata kelola, lalu menarik surat tersebut pada sore hari tanggal 9, kurang dari 24 jam kemudian. Perusahaan menyatakan surat tersebut merupakan pendapat pribadi dan prosedur persetujuan internal belum selesai.

Mengapa surat pemegang saham mengkritik SK Hynix?

Surat tersebut menunjukkan bahwa ketua SK Group Chey Tae-won, yang bukan anggota dewan, mengumumkan rencana investasi sebesar 1.100 triliun won bersama presiden tanpa tinjauan dewan, yang dianggap sebagai "penghindaran dewan" menurut divisi pengelolaan ekuitas pengelola aset.

Perubahan apa yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan terhadap kode pengelolaan?

Otoritas Jasa Keuangan mengumumkan revisi besar terhadap kode pengelolaan 10 tahun setelah diperkenalkan, memperluas tanggung jawab fidusia untuk mencakup faktor ESG dan membangun sistem pemantauan pelaksanaan untuk memeriksa dan mengungkapkan kepatuhan.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar