Hoeban Group menambah kepemilikannya di Hanjin KAL, perusahaan induk Hanjin Group, menjadi 20,15% melalui pembelian saham tambahan yang diungkapkan pada tanggal 10, sehingga mempersempit selisih kepemilikan dengan kubu Ketua Cho Won-tae menjadi 0,42 poin persentase. Akuisisi 1,69% (1.132.900 saham) oleh Hoeban Hotel & Resort dan Hoeban Industrial menaikkan total kepemilikan Hoeban Group dari 18,46%, sementara kubu Cho tetap di 20,57%. Para analis menyoroti bahwa kepemilikan Korea Development Bank sebesar 10,58% kini menjadi faktor kunci dalam menentukan kendali masa depan atas Hanjin KAL, karena bank milik negara itu mendekati penyelesaian tujuan investasi awalnya—penggabungan Korean Air dan Asiana Airlines—dengan tanggal penggabungan ditetapkan pada 16 Desember.
Hoeban Group Mencapai Kepemilikan 20,15% dengan Kenaikan Valuasi Senilai 1 Triliun Won
Menurut Bae Se-ho, peneliti di iM Securities, jumlah akumulasi pembelian bersih Hoeban Group atas saham Hanjin KAL berjumlah 878,2 miliar won, dengan keuntungan dari penilaian saham mencapai 1 triliun won berdasarkan harga penutupan pada tanggal 10. Meski Hoeban menetapkan tujuan kepemilikan sahamnya sebagai “investasi sederhana” yang konsisten dengan pengungkapan sebelumnya, Bae menilai bahwa “dengan mempertimbangkan skala investasi dan selisih kepemilikan terhadap pemegang saham terbesar, kemungkinan tujuan pengendalian manajemen lebih tinggi.”
Hingga bulan Juli, komposisi pemegang saham Hanjin KAL terdiri atas Ketua Cho Won-tae dan pihak yang memiliki hubungan khusus sebesar 20,57%, Hoeban Group sebesar 20,15%, Delta Air Lines sebesar 14,9%, Korea Development Bank sebesar 10,58%, National Pension Service sebesar 5,44% (per akhir 2025), serta LX Pantos sebesar 3,83%. Bae mengklasifikasikan Delta Air Lines, Korea Development Bank, dan LX Pantos sebagai kepemilikan yang bersahabat dengan Ketua Cho, sehingga kepemilikan yang selaras menjadi 49,88%, yang membatasi dampak langsung akuisisi kepemilikan Hoeban terhadap kendali manajemen.
Kepemilikan Korea Development Bank 10,58% Muncul sebagai Titik Kunci Kendali
Bae menyebut arah kepemilikan Korea Development Bank sebesar 10,58% sebagai isu paling kritis untuk kendali masa depan Hanjin KAL, seraya mencatat bahwa bank dapat memulihkan investasinya setelah selesainya merger Korean Air dan Asiana Airlines. Investasi Korea Development Bank di Hanjin KAL pada November 2020—meliputi penambahan modal sebesar 500 miliar won dan 300 miliar won dalam bentuk obligasi yang dapat ditukar—memiliki “tujuan utama integrasi dua maskapai besar,” ujar Bae.
Dengan tanggal merger ditetapkan pada 16 Desember, Korea Development Bank dinilai telah memenuhi tujuan investasinya dan diperkirakan akan bersiap memulihkan investasi secara lebih serius pada tahun 2027, dengan mengantisipasi imbal hasil yang besar. Bae menganalisis bahwa “jika Hoeban Group dapat memperoleh kepemilikan Korea Development Bank, sengketa pengendalian manajemen bisa meningkat sepenuhnya.”
Proyeksi Analis: Harga Saham Terkait Keputusan Kepemilikan Hoeban
Bae menilai bahwa harga saham Hanjin KAL saat ini sudah mencerminkan ekspektasi sengketa kendali manajemen. “Karena itu, penjualan saham Hanjin KAL oleh Hoeban Group bisa memicu penurunan tajam harga saham, sementara sebaliknya, selama Hoeban tidak menjual, harga saham Hanjin KAL yang tinggi diperkirakan akan bertahan karena ekspektasi sengketa kendali manajemen dan volume free-float yang terbatas (diperkirakan 24,5% untuk pemegang saham publik),” tambah Bae.
FAQ
Berapa persen kepemilikan Hoeban Group di Hanjin KAL saat ini?
Hoeban Group kini memiliki 20,15% Hanjin KAL setelah akuisisi tambahan 1,69% (1.132.900 saham) yang diungkapkan pada tanggal 10, naik dari 18,46%. Ini mempersempit jarak dengan kubu Ketua Cho Won-tae yang mempertahankan 20,57%, menjadi 0,42 poin persentase.
Mengapa kepemilikan Korea Development Bank dianggap krusial bagi kendali Hanjin KAL?
Korea Development Bank memiliki 10,58% Hanjin KAL dan diperkirakan bersiap untuk pemulihan investasi pada tahun 2027 setelah menyelesaikan tujuan awalnya—penggabungan Korean Air dan Asiana Airlines—yang dijadwalkan pada 16 Desember. Analis Bae Se-ho dari iM Securities menyatakan bahwa jika Hoeban Group mengakuisisi kepemilikan bank tersebut, sengketa pengendalian manajemen bisa meningkat sepenuhnya.
Keuntungan berapa yang telah diperoleh Hoeban Group dari investasinya di Hanjin KAL?
Keuntungan penilaian saham Hoeban Group atas saham Hanjin KAL mencapai 1 triliun won berdasarkan harga penutupan pada tanggal 10, dengan jumlah akumulasi pembelian bersih sebesar 878,2 miliar won, menurut peneliti iM Securities Bae Se-ho.