Hong Kong Membentuk Kelompok Pakar dengan JPMorgan dan HSBC untuk Obligasi Tokenisasi

HSBC-0,67%

Otoritas Moneter Hong Kong membentuk kelompok ahli untuk mendorong pengembangan obligasi token, menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat. Kelompok ini beranggotakan JPMorgan Securities, HSBC, Standard Chartered Bank, UBS, Ant Digital, dan HashKey Group, yang ditugaskan untuk menelaah langkah kebijakan, praktik pasar, dan inovasi guna mendorong adopsi lanjutan serta skalabilitas obligasi token. Inisiatif ini dibangun di atas dorongan tokenisasi Hong Kong selama beberapa tahun, termasuk kemitraan pada 2021 dengan Bank for International Settlements dan penerbitan obligasi digital oleh pemerintah berikutnya senilai miliaran dalam berbagai mata uang.

HKMA Menghimpun Lembaga Keuangan untuk Kelompok Ahli Obligasi Token

Otoritas Moneter Hong Kong menyatakan dalam pengumuman pada Jumat bahwa kelompok ahli ini menghimpun pelaku industri dari berbagai sektor. Anggotanya mencakup JPMorgan Securities, HSBC, Standard Chartered Bank, UBS, Ant Digital, dan HashKey Group. Menurut HKMA, kelompok ini akan menelaah langkah kebijakan, praktik pasar, dan inovasi dengan tujuan mendorong adopsi lanjutan serta skalabilitas obligasi token.

Kelompok ahli tersebut mengadakan pembahasan pertamanya pada Mei, dengan fokus pada rezim hukum dan regulasi Hong Kong serta bagaimana penerapannya terhadap penerbitan dan transaksi obligasi token. Xiao Feng, ketua sekaligus CEO HashKey Group, mengatakan bahwa "meningkatkan adopsi komersial obligasi token bukan sekadar soal penerapan teknologi, tetapi upaya sistematis yang memerlukan koordinasi kerangka hukum dan regulasi, infrastruktur yang mendasari, serta ekosistem industri yang lebih luas."

Hong Kong Menerbitkan Obligasi Digital Senilai Miliaran Dolar Sejak 2023

Pembentukan kelompok ahli ini bertumpu pada serangkaian inisiatif tokenisasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, HKMA bermitra dengan Bank for International Settlements untuk meneliti tokenisasi obligasi. Pada Februari 2023, pemerintah menerbitkan obligasi hijau token senilai HK$800 juta (US$102 juta). Lalu pada 2024, pemerintah melanjutkan dengan penawaran obligasi hijau digital lintas mata uang senilai HK$6 miliar (US$766 juta) yang dinominasikan dalam dolar Hong Kong, yuan Tiongkok, dolar AS, dan euro.

Tahun lalu, pemerintah Hong Kong mengumumkan penerbitan obligasi digital terbesar saat itu yang tercatat sekaligus yang pertama mengintegrasikan e-CNY dan e-HKD.

AS, Korea Selatan, dan Jepang Meluncurkan Inisiatif Obligasi Berbasis Blockchain

Upaya serupa juga tengah berjalan di yurisdiksi lain. Di AS, Depository Trust & Clearing Corporation meluncurkan pilot terbatas untuk menempatkan representasi surat utang Treasury AS yang dipegang oleh anak usaha kustodiannya di blockchain.

Di Korea Selatan, Ripple bermitra dengan Kyobo Life Insurance untuk memungkinkan transaksi obligasi pemerintah token. Di Jepang, Japan Securities Clearing Corporation meluncurkan uji coba pada April bersama Mizuho, Nomura, dan Digital Asset untuk menguji agunan berbasis blockchain menggunakan surat utang pemerintah Jepang.

FAQ

Apa yang diumumkan Otoritas Moneter Hong Kong pada Jumat?

Otoritas Moneter Hong Kong mengumumkan pembentukan kelompok ahli untuk mendorong pengembangan obligasi token. Kelompok ini beranggotakan JPMorgan Securities, HSBC, Standard Chartered Bank, UBS, Ant Digital, dan HashKey Group, serta akan menelaah langkah kebijakan, praktik pasar, dan inovasi untuk mendorong adopsi lanjutan serta skalabilitas obligasi token.

Kapan Hong Kong mulai menerbitkan obligasi token?

Hong Kong mulai menerbitkan obligasi token pada Februari 2023 dengan obligasi hijau token senilai HK$800 juta (US$102 juta). Pemerintah melanjutkan pada 2024 dengan penawaran obligasi hijau digital lintas mata uang senilai HK$6 miliar (US$766 juta). Tahun lalu, pemerintah mengumumkan penerbitan obligasi digital terbesar yang tercatat sekaligus yang mengintegrasikan e-CNY dan e-HKD.

Apa yang dibahas kelompok ahli pada pertemuan pertamanya?

Kelompok ahli mengadakan pembahasan pertamanya pada Mei, dengan fokus pada rezim hukum dan regulasi Hong Kong serta bagaimana penerapannya terhadap penerbitan dan transaksi obligasi token.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar