Pesan Gate News, 21 April — Seorang wanita Hong Kong kehilangan sekitar 7,7 juta HKD dalam USDT dan ETH setelah tertipu oleh seorang penipu yang menyamar sebagai pakar investasi di Telegram. Pelaku penipuan mengaku menggunakan trading kuantitatif dan algoritme AI untuk menghasilkan keuntungan tinggi yang dijamin dengan risiko rendah serta hambatan masuk yang rendah. Korban mentransfer dana 17 kali ke dompet yang ditentukan oleh penipu sebelum mencoba penarikan.
Saat wanita itu mencoba mencairkan uangnya, penipu menolak dengan berbagai alasan, sehingga terungkap penipuan tersebut. Polisi menekankan bahwa kombinasi "keuntungan tinggi, risiko rendah, dan hambatan masuk yang rendah" merupakan segitiga yang mustahil dan menjadi ciri khas penipuan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memverifikasi legalitas platform investasi sebelum menyerahkan dana.