Pesan Gate News, 21 April — Direktur Badan Energi Internasional Fatih Birol menyatakan bahwa konflik AS-Israel-Iran mendorong dunia menuju krisis energi paling parah dalam sejarah. Birol mencatat bahwa krisis ini memperparah gangguan pasokan bahan bakar dan gas alam yang disebabkan oleh krisis Ukraina, sehingga menimbulkan dampak global yang besar.
Sekitar 20% minyak mentah global dan gas alam cair melintasi Selat Hormuz. Setelah pecahnya konflik, pengiriman melalui selat tersebut terganggu, memicu volatilitas pasar energi.
Pada 11 Maret, IEA mengumumkan bahwa semua 32 negara anggota sepakat secara bulat untuk melepas 400 juta barel cadangan minyak strategis guna mengatasi ketatnya pasokan minyak global yang disebabkan oleh konflik. Ini mewakili pelepasan cadangan minyak terkoordinasi terbesar dalam sejarah IEA.